Harga Emas Antam Kembali Terperosok

Penulis: Darmansyah

Jumat, 19 Mei 2017 | 10:56 WIB

Dibaca: 1 kali

Setelah sehari sebelumnya, Kamis kemarin, 18 Mei, harga emas melambung sebesar Rp 5.000 per gram, hafri ini Jumat pagi WIB, logam mulia itu kembali terperosok sebesar Rp 4.000 per gram seperti dilaporkan laman milik PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, “logam mulia.com”

Antam mematok harga emas hari ini di  level Rp 585 ribu per gram

Di hari sebelumnya, harga emas Antam juga berada di level Rp 589 ribu per gram.

Sementara harga buyback emas Antam stabil di posisi Rp 527 ribu per gram. Itu berarti, jika Anda menjual emas yang Anda miliki, maka Antam akan membayar Rp 527 ribu per gram.

Harga ini merupakan harga patokan di butik emas Logam Mulia Antam Pulogadung, Jakarta. Sedangkan harga di butik emas logam mulia lainnya bisa berbeda.

Pembayaran buyback dengan volume di atas satu kilogram akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu pada harga di hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran 1 gram hingga 500 gram. Hingga pukul 08.43 WIB, hanya ukuran 250 gram yang tersedia.

Di pasar global, harga emas juga  melemah pada perdagangan hari ini.

Emas menghentikan kenaikan selama enam sesi perdagangan berturut-turut.

Ini merupakan rentetan penguatan harga terpanjang sejak Agustus tahun lalu, sebagai imbas dari saham dan dolar AS stabil meski ada ketidakpastian politik di Gedung Putih.

Seperti ditulis laman pasar uang  Marketwatch, Jumat pagi WIB, harga emas melemah saat saham AS rebound dan dolar AS kembali naik dari pelemahan kemarin.

Kenaikan permintaan untuk aset yang dianggap beresiko dan dolar yang menguat cenderung jadi penghalang bagi emas untuk mengalami keuntungan.

Emas untuk kontrak Juni turun setengah persen per ounce.

Penyebabnya adalah indeks saham AS yang mengalami rebound.

Dow Jones Industrial Average naik .

Wall Street rebound pada perdagangan hari Kamis. Saham-saham Amerika Serikat ini diobral atau selloff pada hari sebelumnya dengan dorongan regulasi internet dan data ekonomi.

Investor masih melihat Washington dari dekat setelah laporan Presiden AS Donald Trump mencoba untuk mencampuri investigasi pada kasus hubungan mantan penasihat keamanan AS dengan Rusia.

“Kita hanya bisa gelisah di sini. Kemarin investor sangat khawatir,” ujar Janna Sampson, Co Chiev Investment di Oakbrook Investment dikutip dari Reuters, Jumat pagi WIB.

Investor kemungkinan lega, katanya, pada pengangkatan mantan kepala FBI Robert Mueller kemarin untuk menyelidiki dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan dan kemungkinan adanya kolusi antara kampanye Trump dan Moskow.

“Apapun hasil investigasi itu nantinya, orang akan merasa itu akurat dan buka hasil yang bisa,” tanbahnya.

Komentar