Harga Emas Antam Bergerak Naik

Penulis: Darmansyah

Selasa, 10 Desember 2013 | 10:39 WIB

Dibaca: 0 kali

Berlainan dengan kondisi harga dan perdagangan emas di pasar global, harga jual emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, Selasa,10 Desember 2013, i merangkak naik dibanding harga kemarin. Dalam rilisnya, situs Antam, “logammulia.com, yang dikutip oleh “nuga.co,” hari ini, harga satu gram emas Antam berada di posisi Rp 528.000.

Harga ini naik Rp 2.000 per gram dibanding dengan harga jual pada perdagangan Senin yang berada di posisi Rp 526.000. Untuk harga rata-rata satu gram emas pecahan 500 gram, pusat penjualan Antam menetapkan pada harga Rp 488.600.

Adapun harga pembelian kembali emas, yang dikenal dengan “buyback” Antam juga menaikkannya menjadi Rp 463.000 per gram. Harga ini mengalami peningkatan Rp 3.000 jika dibanding perdagangan kemarin.

Dalan situs yang sama, Antam juga memberirincian tentang harga emas batangannya dari satuan, satu gram hingga pecahan 500 gram. Untuk pecahan 5 gram Antam menjualnya Rp 2.495.000. Selanjutnya, pecahan 10 gram : Rp 4.940.000, pecahan 25 gram : Rp 12.275.000, pecahan 50 gram : Rp 24.400.000, pecahan 100 gram: Rp 48.950.000, pecahan 250 gram: Rp 122.250.000 dan pecahan 500 gram: Rp 244.300.000

Di pasar global, menurut “Bloomberg.com,” yang dikutip “nuga.co,” harga emas bergerak datar dan mempunyai kecenderungan menguat. Aksi “wait and see” pasar terjasi bersamaan dengan tertujunya perhatian para “pemain” komoditi tambang ini terhadap hasil rapat Bank Sentral Amerika Serikat soal kelanjutan program stimulus moneter.

Kondisi ini membuat harga emas menguat tipis. Seperti yang di rilis situs Bursa Comex, sampai dengan Selasa dinihari WIB, harga emas untuk pengiriman Februari 2014 stagnan di level 1.229 dollar AS per ons troi, sama seperti penutupan harga akhir pekan lalu.

Bank Sentral AS atau Federal Reserve atau The Fed akan menggelar pertemuan penting pada 18-19 Desember guna membahas kelanjutan program stimulus moneter. Dua pekan sebelum pertemuan itu digelar, sejumlah data ekonomi penting AS yang menjadi bahan pertimbangan bagi bank sentral Negeri Paman Sam untuk mengubah kebijakan moneter, dirilis bagus.

Salah satunya, data penciptaan lapangan kerja yang sepanjang November bertambah 203.000 dan jumlah angka pengangguran yang turun ke level 7 persen. Ariston Tjendra, analis Monex Investindo Futures mengatakan, secara momentum sebenarnya rilis data penciptaan lapangan kerja di AS yang positif akhir pekan lalu bisa menekan harga emas.

Sebab, data ini bisa memberi sinyal bagi Bank Sentral AS untuk segera mengurangi stimulus moneter. “Tapi tekanan hebat tidak terjadi, karena pasar masih nunggu hasil pertemuan Fed nanti,” katanya.

Suluh Adil Wicaksono, analis Millennium Penata Futures mengatakan, kestabilan harga emas juga dipicu oleh aksi tunggu pasar terhadap rilis data ekonomi penting lanjutan dari AS, seperti data penjualan ritel dan angka tunjangan pengangguran.

Jika data itu bagus dan The Fed memutuskan untuk mengurangi stimulus pada Desember ini, dipastikan emas akan tertekan hingga akhir tahun. “Tapi, harga emas tidak akan turun hingga berada di bawah level harga 1.200 dollar AS per ons troi, karena selama ini harga US$ 1.200 coba ditembus tapi selalu gagal,” ujar Suluh.

Secara teknikal, Ariston mengatakan, sepekan ke depan, harga emas masih akan melemah. Pola pelemahan ini terbaca dari moving average convergence divergence yang berada di area -45. Stochastic yang berada di bawah garis jenuh jual juga masih menunjukkan potensi pelemahan harga emas.

Ariston memperkirakan, sepekan ke depan, harga emas akan melemah di kisaran 1.207- 1.280 dollar AS per ons troi. Suluh memprediksi, harga emas sepekan ke depan akan melemah di kisaran 1.210-1.240 dollar AS per ons troi

Komentar