Harga Emas Ambruk Rp 4.000 Per Gram

Penulis: Darmansyah

Selasa, 27 Januari 2015 | 10:28 WIB

Dibaca: 1 kali

Setelah bergerak menguat selama Januari 2015, harga emas, hari ini, Selasa, 27 Januari 2015, gagal melanjutkan tren kenaikannya setelah emas batangan yang ndijual PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, terhempas sebesar Rp 4.000 per gram

Sehari sebelumnya, harga emas yang dijual Antam juga melorot Rp 2.000 per gram. Dengan penurunan selama dua hari perdagangan pekan ini, emas yang dijual Antam telah menyusut sebesar Rp 6.000 per gram.

Sebelumnya, dua pekan lalu, harga emas sempat berkibar pada harga Rp 564.000 per gram yang menyebabkan munculnya antusias banyak orang bahwa harga emas akan memasuki era mahal.

Bersamaan dengan terkaparnya harga jual hari ini, harga pembelian kembali atau “buyback” pun ikut melemah.

Harga emas batangan Antam dijual hari ini bertengger diangka Rp555.000 untuk ukuran satu gram, atau melemah Rp4.000 dibandingkan pada level Rp559.000 pada perdagangan Senin 26 Januari 2015.

Emas ukuran 5 gram dilepas dengan harga Rp2.630.000, ukuran 10 gram Rp5.210.000, ukuran 25 gram Rp12.950.000, ukuran 50 gram Rp25.850.000, dan ukuran 100 gram dijual Rp51.650.000.

Harga emas ukuran 250 gram dipatok pada level Rp129.000.000. Dan, untuk ukuran 500 gram mencapai Rp257.800.000.

Adapun harga beli kembali “buyback” emas Antam hari ini dipatok pada level Rp495.000 per gram. Atau melemah sebesar Rp2.000 dari perdagangan sebelumnya yang mencapai Rp497.000 per gram.
Penurunan harga emas Antam tidak lepas dari harga emas dunia.

Mengutip Reuters, saat ini harga emas di pasar komoditas Comex tercatat US$ 1.274,43/troy ons. Harga emas turun 1,6% setelah mencapai titik tertingginya dalam 5 bulan terakhir di US$ 1.306,2/troy ons pekan lalu.

Penurunan harga emas disebabkan pulihnya gairah investor untuk ‘berburu’ aset-aset keuangan baik saham, obligasi, sampai valas. Pasar tengah dilanda euforia karena stimulus 1 triliun euro atau Rp 15.000 triliun dari bank sentral Uni Eropa atau ECB.

Bursa saham global ramai-ramai menghijau sejak ECB mengumumkan stimulus pekan lalu. Ini menyebabkan investor agak meninggalkan emas.

Sebelumnya, investor rajin mengoleksi emas di tengah ketidakpastian ekonomi terutama di Eropa. Mulai dari kemungkinan keluarnya Yunani dari Uni Eropa sampai pemberlakuan kurs mengambang franc Swiss. Kala itu bursa saham terkoreksi dan investor memilih emas sebagai investasi aman.

Ke depan, investor akan memusatkan perhatian ke rapat bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserves/The Fed. Rapat ini kemungkinan akan meberi petunjuk arah kebijakan suku bunga di AS.

Harga Emas berjangka kembali tertekan pada sesi perdagangan pagi ini setelah kemenangan pemilu oleh partai politik anti-penghematan di Yunani yang menyatakan tidak akan keluar dari zona Eropa, sehingga membuat permintaan untuk aset haven sedikit terhambat.

Mata uang Euro berhasil rebound dari level terendah sebelas tahun terhadap dolar ketika Perdana Menteri Yunani terpilih, Alexis Tsipras berjanji akan menjaga Yunani untuk tetap berada dalam wilayah mata uang tunggal.

Harga Emas naik selama tiga minggu berturut-turut ketika ekonomi Eropa terus terlihat melemah dan mendorong permintaan emas meningkat.

Harga emas yang naik tinggi juga telah membuat minat beli konsumen di China sedikit terbatas dalam beberapa hari terakhir, namun permintaan masih terlihat akan kuat dibanding bulan lalu menjelang liburan Tahun Baru Imlek.

Cadangan emas dan mata uang Kazakhstan terus meningkat dan saat ini berjumlah $ 28.9 miliar, menurut pernyataan kepala Bank Nasional Kazakhstan, Kairat Kelimbetov.

Pada bulan Desember 2014 cadangan berada di kisaran $ 24 miliar dan pada Januari 2015 naik meningkat sebesar $ 28.9 miliar, ujar Kelimbetov.

Masalah utama pada dunia keuangan adalah “dolar” dan emas akan sulit untuk dipisahkan oleh dollar. Seperti yang kita ketahui bahwa support pada emas yang berkelanjutan dalam beberapa minggu terakhir, sangat bertepatan dengan “asset berisiko” dan perilaku dolar.

Pasar terlihat memiliki sedikit keraguan terhadap harga emas, tetapi saya lebih yakin akan kekuatan emas jika itu terbukti pada saat ke depan ketika tekanan harga menjadi negatif maka substitusi agunan pada emas akan terlihat.

Komentar