George Soros Bikin Harga Emas Gila-gilaan

Penulis: Darmansyah

Rabu, 18 Mei 2016 | 09:29 WIB

Dibaca: 2 kali

Kehadiran George Soros, pialang tersohor dunia, meramaikan trading emas global  mendatangkan keuntungan besar bagi trader dan memicu kenaikan menjulang logam mulia itu di pusat perdagangannya, Comex Exhange, Ney York.

Kehadiran Soros ini membuat reaksi gaduh.

Soro, seperti diungkapkan laman situs “markatwtch,” Rabu, 18 Mei 2016, sudah   kembali masuk ke dalam investasi emas selama kuartal pertama tahun ini.

Ia sempat menahan diri untuk tidak masuk  selama dua kuartal sebelumnya.

Soros juga diungkapkan  telah menjual tiga puluh tujuh persen investasi saham selama kuartal terakhir dan membeli lebih banyak emas.

Emas bergerak sideways ketika berhasil mendapatkan keuntungan dengan menguat sekitar lima dollar.

Emas mendapatkan keuntungan di sesi sebelumnya karena investor sedang menunggu meeting minute Federal Reserve yang diperkirakan akan memberikan petunjuk pada prospek kenaikan suku bunga pada tahun ini.

Sementara itu, beberapa data AS yang dirilis menunjukkan keuntungan sederhana sehingga meningkatkan harapan kenaikan suku bunga the Fed, menjaga pergerakan dolar cukup baik dan mungkin membatasi pergerakan emas.

Housing starts AS dirilis lebih baik dari perkiraan dan produksi industri pada bulan April menawarkan beberapa dorongan bagi perekonomian.

Demikian juga, kenaikan nol koma empat persen  pada CPI, telah memberikan analisa sementara bahwa ada pertumbuhan di AS.

Pertanyaannya sekarang, apakah inflasi sebenarnya sudah mendapatkan momentum ?

diperkirakan pasar harus melihat konfirmasi dalam beberapa bulan ke depan untuk melihat kondisi pertumbuhan ekonomi.

Namun, jika bias harga masih tetap datar atau negatif maka The Fed berpotensi akan terus mempertahankan kebijakan yang telah dilakukan atau bahkan mengganti dengan mode pelonggaran.

Tetapi jika inflasi memanas maka itu harus baik untuk emas.

Kita tahu bahwa emas adalah lindung nilai klasik terhadap kenaikan inflasi.

Mengingat bahwa bank sentral memiliki keinginan kuat untuk menghasilkan inflasi maka pasar akan selalu berpikir bahwa the Fed akhirnya akan mendapatkan target yang telah dibuat.

Harga emas sendiri Rabu pagi WIB mampu menguat di akhir perdagangan, meskipun sempat terombang-ambing di zona merah dan zona hijau selama perdagangan.

Data ekonomi yang tak seirama menjadi penyebab harga emas terombang-ambing.

Mengutip Wall Street Journal, Rabu pagi WIB, harga emas berjangka terus bergerak di dua sisi yaitu di zona positif dan negatif sepanjang perdagangan Selasa.

Namun untuk kontrak Juni yang merupakan kontrak yang paling aktif diperdagangkan mampu ditutup naik  di Divisi Comex New York Mercantile Exchange.

Harga emas telah menguat cukup tinggi sepanjang tahun ini.

Berdasarkan perhitungan Wall Street Journal, harga emas mampu naik dua puluh persen terhitung sejak awal tahun hingga pertengahan Mei 2016 ini.

Terdapat dua sentimen pendorong penguatan harga emas pada tahun ini. Sentimen pertama adalah pelemahan nilai tukar dolar AS terhadap beberapa mata uang dunia lain. Kedua adalah ketidakpastian ekonomi global.

Pelemahan dolar AS membuat para broker atau pelaku pasar yang melakukan transaksi dengan mata uang lainnya bisa memperoleh untung lebih besar karena perbedaan nilai tukar.

Sedangkan pelemahan ketidakpastian ekonomi global membuat pelaku pasar menyimpan instrumen investasi safe haven.

Untuk perdagangan Selasa, harga emas terombang-ambing karena data ekonomi AS berada di dua sisi. Data perumahan terus menguat namun izin pendirian bangunan baru melemah.

“Kami sedang menunggu katalis yang bisa mendorong pergerakan harga emas.” jelas analis iTrader Bill Baruch.

Sementara itu di pasar lokal, PT Aneka Tambang Tbk atau  Antam  mencatat kenaikan  tipis pada perdagangan Rabu pagi  menjadi Rp 587 ribu per gram jika dibandingkan dengan perdagangan sehari sebelumnya.

Demikian pula harga pembelian kembali atau buyback emas Antam bertambah Rp 1.000 per gram menjadi Rp 534 ribu per gram.

Artinya jika Anda hendak menjual emas Antam maka akan dihargai Rp 534 ribu per gram.

Pembayaran buyback dengan volume di atas satu kilogramakan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu kepada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai satu gram hingga 500 gram. Dan hingga menjelang siang, Rabu  WIB, sebagian besar ukuran emas Antam masih tersedia. Hanya ukuran 250 gram yang telah habis terjual.

 

Komentar