Empat Hari, Emas Antam Susut Rp 9.000 Per Gram

Penulis: Darmansyah

Kamis, 25 Juni 2015 | 09:26 WIB

Dibaca: 1 kali

Sejak dibuka pada perdagangan pekan ini, Senin hingga Kamis, 25 Juni 2015, harga jual emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk atau Antam telah menyusut sebesar Rp 9.000 per gram menyusul menguatnya nilai tukar dollar terhadap berbagai mata uang dunia.

Di divisi COMEX New York Mercantile Exchange harga emas turun lagi pada Rabu waktu setempat atau Kamis pagi WIB karena harapan berakhirnya krisis utang Yunani mendorong para investor menjauh dari logam mulia.

Hari ini harga emas batangan Antam berada di posisi menjadi Rp 551.00 u per gram dari sehari sebelumnya yang berada di level Rp 552.000 u per gram. Penurunan itu membuat harga emas Antam susut Rp 9.000 dalam empat hari terakhir.

Senin lalu, pada pembukaan perdagangan mingguan, emas yang dijual Antam masih berada pada level Rp 560.000 per gram.

Tidak hanya harga jual, harga pembelian kembali atau dikenal dengan sebutan “buyback” logam mulia Antam juga turun Rp 2.000 menjadi Rp 493.000 per gram. Artinya, jika Anda menjual emas yang Anda miliki maka Antam akan membelinya di harga Rp 493 ribu per gram.

Antam menjual ukuran emas dari satu gram hingga 500 gram. Menjelang siang sebagian besar ukuran emas Antam masih tersedia. Hanya ukuran emas 500 gram yang sudah habis terjual.

Di pasar global, kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus turun lagi tiga koma tujuh dollar AS dann menetap pada 1.172,90 dollar AS per ounce.

Analis yakin kemajuan dalam pertemuan antara Bank Sentral Eropa dan pemerintah Yunani pada Rabu mengangkat kepercayaan investor terhadap resolusi untuk krisis utang Yunani.

Harga emas berjangka jatuh ke level terendah dalam lebih dari dua minggu memperpanjang kerugian dari awal pekan ini ketika dolar relatif bergerak datar ketika kemajuan pembicaraan utang Yunani terhenti dan perkiraan revisi terhadap kontraksi ekonomi AS pada kuartal pertama.

Emas melemah tipis, namun secara keseluruhan masih berada di area konsolidatif karena pasar menunggu hasil dari negosiasi Yunani.

Kreditur dilaporkan menolak proposal terbaru Yunani, yang segera diikuti oleh Yunani menolak usulan dari kreditor. Tampaknya tidak ada kesepakatan yang benar-benar telah dicapai yang akan memaksa Yunani masuk ke dalam fase default.

Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schäuble menuntut agar “berhenti menyalahkan” IMF yang telah keluar dari meja perundingan. Schäuble melanjutkan dengan menegaskan bahwa Jerman tidak akan mundur dari kesepakatan walaupun IMF tidak akan menyetujui dan itu bukan pertanda baik bagi meja perundingan.

Sejak tahun 2010, Yunani telah menerima dana bailout sebanyak dua ratus tiga puluh miliar euro dan terakhir hanya mendapatkan bantuan sangat sedikit sebanyak tujuh koma dua miliar euro yang tergantung pada negosiasi saat ini.

Jika Athena berhasil mendapatkan kesepakatan untuk mendapatkna bantuan itu, maka pinjaman tersebut hanya merupakan perpanjangan waktu.

Yunani hanya mempunyai waktu yang sedikit untuk melakukan pembayaran kepada IMF hingga 30 Juni 2015.
Dikhawatirkan Yunani akan keluar meninggalkan zona Eropa jika terjadi default dan memicu potensi penularan ekonomi di seluruh Eropa.

Pasar dan investor terus melihat perkembangan Yunani karena biar bagaimanapun juga efek domino akan dirasakan ke seluruh Eropa. Emas akan kembali berfungsi sebagai safe haven bagi investor ketika periode ketidakstabilan ekonomi mulai terlihat parah.

Selain itu Departemen Perdagangan Amerika Serikat pada Rabu menyatakan bahwa angka akhir produk domestik bruto kuartal pertama pada tingkat tahunan menurun, lebih baik dari perkiraan sebelumnya dan sesuai dengan harapan.

Seperti dilansir kantor berita Xinhua, kondisi itu menjadi tekanan pada emas karena kabar baik bagi ekonomi Amerika Serikat mendorong investor menjauh dari emas yang bersifat safe haven, investasi yang nilainya cenderung tetap atau bahkan naik ketika pasar sedang bergejolak.

logam mulia.com, xinhua dan bloomberg

Komentar