Emas Tergelincir Oleh Penguatan Dollar AS

Penulis: Darmansyah

Jumat, 2 Maret 2018 | 08:27 WIB

Dibaca: 1 kali

Di ujung pekan pertama bulan Maret ini, Jumat, 02 Februari,  harga eams kembali oleng karena menguatnya nilai tukar dollar  Amerika Serikat usai The Fed, atau bank sentral AS, memberikan pernyataan tentang ekonomi negara itu.

Hari ini, Jumat pagi WIB,  seperti ditulis laman ekonomi keuangan terkenal “bloomberg,” harga emas dunia turun satu persen dan mencapai posisi terendah dalam dua bulan.

Harga emas tertekan penguatan dolar  yang mencapai level tertinggi dalam enam minggu.

Pemicu lainnya, investor yang bersiap menghadapi kenaikan suku bunga yang diharapkan diputuskan usai Gubernur The Fed Jerome Powell memberi kesaksian di depan Kongres pada minggu ini.

Harga emas di pasar spot turun nol koma sembilan persen  per ounce. Sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman April turun  dua belas dollar atau satu persen.

Harga emas sebelumnya mencapai posisi terlemah sejak  Januari lalu

Harga emas memantul dari posisi terendah setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan kepada Komite Perbankan Senat jika dirinya tidak melihat bukti adanya kemajuan soal upah.

Ucapannya membuat beberapa kekhawatiran jika kenaikan suku bunga akan lebih besar, dan membuat harga emas anjlok. Adapun suku bunga yang lebih tinggi mendorong investasi emas jadi tidak menarik.

Di sisi lain, penguatan dolar seiring keluarnya data ekonomi AS yang solid memicu harapan Fed bisa menaikkan suku bunga sebanyak empat kali tahun ini. Tekanan penguatan dolar, membuat mata uang lain terpengaruh.

“Harga emas turun seiring penguatan dolar pada hari ini, dan kami masih mendengar ekspektasi suku bunga dan Euro yang tergelincir setelah angka inflasi Eropa menunjukkan angka tidak membaik seperti harapan,” kata Chris Gaffney, Presiden Pasar Global EverBank.

Menurut “bloomberg” harga emas berada di jalur penurunan ketiga berturut-turut.

Sementara Palladium dan platinum juga tercatat mencapai posisi terendah dalam dua bulan, memperpanjang kerugianyang dimulai awal pekan ini.

Harga emas di pasar spot naik minggu ini,

“Baru-baru ini tingkat tertinggi multi tahun dalam hasil pasti merupakan faktor untuk logam hari ini, “kata Mike O’Donnell, ahli strategi pasar di RJO Futures.

Harga emas mendapatkan peluang menguat pada minggu ini seiring pulihnya greenback dan ekspektasi bahwa Bank Sentral Amerika Serikat akan terus melanjutkan kebijakan kenaikan suku bunganya pada tahun ini.

Kebijakan ini akan membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang diminati.

Kenaikan imbal hasil obligasi AS telah menempatkan dolar di jalur kenaikan mingguan terbesar kedua tahun ini. Pasar saham AS juga menguat setelah mencatat kerugian tajam baru-baru ini.

Pelemahan euro turut menekan emas. “Kelemahan lebih dalam emas dan euro bisa menjadi awal

Harga dunia turun terimbas dari penguatan dolar Amerika Serikat. Sentimen lainnya yang mengangkat harga emas, yakni inflasi AS dan komitmen The Fed menyesuaikan suku bunga acuan.

Kenaikan harga emas juga  dipengaruhi pelemahan indeks dolar AS terhadap mata uang utama. Di pasar uang, mata uang Yen Jepang terhadap dolar AS menguat.

“Kami melihat mata uang utama lebih tinggi daripada dolar AS,” kata President of World Markets di EverBank, Chris Gaffney.

Harga emas diperkirakan tetap akan menguat karena terimbas hasil rapat Bank Sentral AS atas kenaikan inflasi dan tetap komitmen menaikkan suku bunga acuan.

“FOMC (The Federal Open Market Committee) yakin ekonomi AS akan menguat dan target inflasi akan tercapai,” ujar analis Commerzbank, Carsten Fritsch.

Komentar