Emas Tergelincir, Investor Beralih ke Dollar

Penulis: Darmansyah

Selasa, 2 Oktober 2018 | 07:52 WIB

Dibaca: 1 kali

Sempat “moncreng” sepanjang pecan lalu, hari ini, Selasa, 02 Oktober, harga emas global di Comex Exchange New York, kembali terbenam bersamaan dengan keengganan investor berinvestasi di logam mulia itu.

Seperti ditulis laman keuangan terkenal “bloomberg,” Selasa pagi WIB,  harga emas turun karena investor meninggalkannya dan beralih ke aset berisiko setelah Amerika Serikat  mencapai kesepakatan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara  dengan Kanada.

Harapan penguatan ekonomi AS akan menyebabkan bunga pinjaman yang lebih tinggi juga turut mempengaruhi pergerakan harga emas.

Seperti juga ditulis “reuter,”  Selasa pagi, harga emas di pasar spot turun nol koma  tiga persen per ounce, setelah mencapai level terendah enam minggu di sesi sebelumnya.

Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember turun  nol koma empat per ounce.

“Perjanjian perdagangan Kanada-AS telah mengambil beberapa tekanan dari pasar ekuitas. Jadi reaksi awal adalah keluarnya modal dari komoditas ke pasar saham,” kata Direktur Perdagangan Global Kitco Metals, Peter Hug.

Emas telah mengalami kerugian dalam enam bulan berturut-turut, penurunan beruntun terpanjang sejak Januari dua puluh satu tahun silam, sebagian besar karena kekuatan dolar yang berasal dari ekonomi AS dan kekhawatiran perang perdagangan global.

Investor juga memilih untuk membeli dolar AS dan obligasi AS sebagai investasi yang aman, bukan emas.

Optimisme tentang perjanjian perdagangan bebas yang disusun kembali untuk Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko membantu pasar dunia memulai kuartal keempat dengan catatan positif.

Gubernur Bank Sentral AS atau Federal Reserve  Jerome Powell pekan lalu mengindikasikan kenaikan suku bunga secara bertahap.

Ini dapat lebih meningkatkan mata uang AS, membuat emas yang dihargakan dalam dolar lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, berpotensi menurunkan permintaan.

“Berita utama emas masih terkait dengan the Fed. Mengikuti pidato Powell, pasar mengharapkan satu kenaikan suku bunga lagi pada bulan Desember dan tiga lagi tahun depan, ” kata Kepala Analis ActivTrades, Carlo Alberto De Casa.

The Fed menaikkan suku AS pekan lalu dan the Fed berencana menaikkan empat kali lagi hingga akhir tahun depan dan satu kenaikan pada tahunj berikutnya dengan alasan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan pasar pekerjaan yang kuat.

Suku bunga AS yang lebih tinggi cenderung mengangkat dolar, memberikan tekanan pada harga emas.

Harga palladium  juga turun  per ounce setelah menyentuh level tertinggi delapan bulan  pada sesi sebelumnya.

Harga perak tergelincir satu koma satu persen, sementara platinum naik hamper satu persen.

Di awal pecan lalu, harga emas di Comex makin perkasa bersamaan dengan terpakunya para spekulan pada kebijakan lanjutan The Fed mengenai suku bunga.

Harga emas naik karena dolar AS mengalami tekanan jelang pertemuan Bank Sentral AS atau the Federal Reserve

Namun, kenaikan harga emas dibayangi data ekonomi As yang membaik.

Seperti ditulis laman keuangan terkenal “Bloomberg,”,  harga emas di pasar spot naik nol koma dua persen ke level tertingginya.

Untuk  harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember juga naik.

The Fed dijadwalkan untuk menyelesaikan pertemuan kebijakan dua hari pada hari Rabu waktu setempat.

Dolar AS mengalami tekanan terhadap sekeranjang mata uang dengan adanya rencana kenaikan suku bunga The Fed.

“Skenario terbaik adalah the Fed tertekan lebih dovish tetapi tidak banyak ruang untuk itu saat ini,” jelas analis komoditas Macquarie, Matthew Turner.

“Secara umum sebenarnya harga emas akan tertekan nantinya,” tambah dia.

Dolar AS yang menguat membuat harga emas lebih mahal untuk mereka yang bertransaksi dengan menggunakan mata uang di luar dolar AS.

Selain itu, kenaikan suku bunga juga membuat investor lebih menyukai instrumen investasi yang memberikan lmbal hasil lebih tinggi dibanding emas.

Harga emas pada Jumat kemarin sempat terdampak masalah Brexit antara Inggris dan Uni Eropa.

Para investor pun menanti pertemuan Bank Sentral Amerika Serikat  atau the Federal Reserve  pada minggu ini, dan tersebut diperkirakan menaikkan suku bunga acuan.

Mengutip Kitco,, pihak Wall Street meyakini harga emas akan naik minggu depan. Keyakinan harga naik disebabkan Fed yang diperkirakan menaikkan suku bunga dua puluh lima basis poin.

“Setelah rally yang kuat pada dolar AS, pasar membutuhkan hal lain daripada jalan stabil the Fed saat ini perihal suku bunga. Dari sudut pandang risiko/keuntungan, pasar emas tampak baik pada level ini,” ujar Jasper Lawler, kepala peneliti London Capital Group.

Komentar