Emas Tenang Tunggu Kenaikan Suku Bunga

Penulis: Darmansyah

Kamis, 10 Desember 2015 | 09:29 WIB

Dibaca: 0 kali

Emas global hari ini, Kamis, 10 Desember 2015, berada dalam kondisi tenang dengan “wait and see,” terhadap rumor makin dekatnya rilis kenaikan suku bunga oleh The Federal Reserve atau Bank Sentral Amerika Serikat.

Bocoran berita tentang kenaikan suku bunga The Fed, seperti ditulis laman situs ekonomi terkenal dunia, “bloomberg,” Kamis pagi WIB, 10 Desember 2015, kemungkinan akan terhadi dalam dua hari mendatang.

Spekulasi terhadap kenaikan suku bunga ini menjadikan kondisi harga emas di Comex New York berada dalam mendatar.

“Semuanya menunggu pergerakan dan aktifitas dari Yellen,” tulis “reuter.”

Yellen adalah “bos” besar The Fed yang amat menentukan untuk kebijakan kenaikan suku bunga.

Menurut “reuter,” emas bergerak mendatar seiring jatuhnya harga minyak yang didorong pelemahan dolar AS dan pasar saham karena investor terlihat mengambil langkah antisipasi dengan lebih berhati-hati menjelang keputusan kenaikan suku.

Bank Sentral AS diperkirakan akan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade pada pertemuan yang akan digelar pada 15-16 Desember.

Sementara harga minyak turun karena pasar mengabaikan penarikan tak terduga stok minyak mentah AS untuk fokus pada produk distilate termasuk diesel, yang dua kali lebih besar dari harapan.

Pelemahan harga minyak bisa memicu kekhawatiran deflasi, faktor bearish untuk emas, yang sering digunakan sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang dipimpin minyak.

“Kondisi negatif untuk emas akan terjadi beberapa waktu dan terus berlangsung,” kata James Steel, Kepala Analis Logam HSBC Securities di New York.

Dia menambahkan dengan gerak perdagangan yang tipis dan ekspektasi tentang kenaikan suku bunga AS akan terus menutupi harga emas.

“Saya tidak berpikir kenaikan suku bunga akan menjadi kejutan, tetapi akan tergantung pada bahasa the Fed, dan kami bahkan mungkin melihat beberapa dukungan jika terlihat siklus kenaikan akan lebih lambat dari harapan orang-orang,” kata Analis Natixis, Bernard Dahdah.

Adapun dolar turun tajam karena investor membersihkan posisi panjang greenback terhadap yen, poundsterling dan euro saat perdagangan, di mana masing-masing mata uang ini naik lebih dari 1 persen.

“Kami mengharapkan tekanan lanjutan untuk emas tahun depan, tergantung pada apakah pasar dipengaruhi kenaikan suku bunga atau tidak, karena dolar akan cukup meningkat,” kata Ahli Strategi Citi, David Wilson.

Investor telah meningkatkan taruhan bahwa harga emas akan segera turun ke posisi US$ 1.000 per ons.

Setelah mencapai dekat level tertinggi satu bulan di sesi pagi AS, harga emas kembali turun di tengah gelombang aksi ambil untung sebelum akhisrnya berbalik positif sebelum penutupan perdagangan.

Secara umum, logam emas masih tetap dekat posisi terendah enam tahun karena para pedagang komoditas terjepit pada pertemuan Federal Open Market

Anggota FOMC, termasuk chair’s Fed Janet Yellen telah mengirim indikasi kuat bahwa Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan Desember, dikarenakan headwinds ekonomi yang terus menahan pertumbuhan ekonomi ketika pasar tenaga kerja mendekati target maksimal.

Tidak ada yang benar-benar tahu bagaimana pasar akan bereaksi ketika suku bunga AS dinaikkan pertama kali.

Jika Anda seorang investor yang tidak menyukai kejutan maka Anda harus bertanya pada diri sendiri dengan satu pertanyaan yang sangat penting dalam minggu depan, Apakah saya memiliki cukup emas untuk melindungi investasi yang lain ?

Kesuraman di pasar dan potensi resesi mendatang tidak akan membantu harga emas sama sekali.

Perkiraan bearish pada emas akan terus terjadi karena Federal Reserve bersiap untuk menaikkan suku bunga dan mendorong mata uang dolar AS akan lebih menguat.

Suku bunga yang lebih tinggi selanjutnya akan mengurangi daya tarik emas karena logam tidak memberikan bunga seperti aset pendapatan tetap lainnya.

Sementara itu, hari ini, Kamis, 10 Desember 2015, setelah sehari libur Pilkada serentak, harga jual dan beli kembali emas PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, tetap berada di posisi Rp 547 ribu per gram. Pada perdagangan sehari sebelumnya

Antam menjual emas dengan ukuran mulai satu gram hingga 500 gram, dan menjel;ang siang WIB, emas Antam untuk seluruh ukuran masih tersedia.

Komentar