Harga Emas Global Masih Terus Berkibar

Penulis: Darmansyah

Kamis, 21 Maret 2019 | 08:55 WIB

Dibaca: 0 kali

Hari ini, Kamis, 21 Maret, harga emas masih terus berkibar usai The Fed, atau Bank Sentral Amarika Serikat, mempertahankan suku bunga acuannya.

Seperti ditulis laman keuangan global “bloomberg,”  Kamis pagi WIB, harga emas kembali berada di wilayah positif setelah the Federal Reserve mengirim sinyal dovish lain ke pasar.

The Federal Reserve menurunkan perkiraan pertumbuhannya dan menandakan tidak ada kenaikan suku bunga pada tahun ini.

Seperti yang diharapkan, bank sentral AS mempertahankan suku bunga acuan . Akan tetapi, pasar sedikit lebih memperhatikan pertumbuhan lebih rendah dan proyeksi tingkat suku bunga pada tahun berjalan.

“Mengingat perkembangan ekonomi dan keuangan global karena tekanan inflasi yang diredam. Komite akan bersabar karena menentukan penyesuaian di masa depan dengan kisaran target yang mungkin sesuai untuk hasil ini,” tulis pernyataan the Federal Reserve.

Harga emas menguat ke posisi tertinggi seiring proyeksi suku bunga the Fed tetap dan tidak ada kenaikan pada tahun ini.

Sebelumnya diperkirakan kenaikan suku bunga the Fed sebanyak dua kali pada pada tahun ini Harga emas untuk pengiriman April naik  tipis, nol koma sembilan belas persen.

Sementara itu, harga perak untuk pengiriman Mei di divisi Comex juga  naik

Harga  tembaga naik sepuluh  poin .

Selain itu, the Federal Reserve menyampaikan program pengurangan neraca. The Federal Reserve akan akhiri pengurangan neraca pada September.

Ekonom Senior CIBC Capital Markets, Avery Shenfeld menuturkan, pernyataan the Federal Reserve cenderung dovish. Ini menunjukkan hanya ada satu kenaikan suku bunga lagi dalam dua tahun ke depan.

“Kami melihat satu kenaikan suku bunga lagi pada tahun ini dan dan pemotongan pada tahun depan, tetapi the Fed sekarang tampaknya kurang cenderung memberikan overshoot netral pada tahun berjalan,” tutur dia, seperti dikutip dari laman Kitco, Kamis  pagi WIB..

Ia menambahkan, pelaku pasar mengharapkan the Fed akan menaikkan suku bunga lagi. Akan tetapi, kondisi berbeda membuat dolar AS juga akan melemah.

Dalam proyeksi suku bunga terbaru, suku bunga acuan bank sentral AS berada di posisi  dua koma empat persen . Angka ini turun dari perkiraan Desember mencapai dua koma sembilan persen.

Dalam jangka panjang, bank sentral AS melihat suku bunga di posisi  dua koma delapan persen, dan tidak berubah seperti perkiraan Desember.

Untuk pertumbuhan, the Federal Reserve mengharapkan produk domestik bruto  akan tumbuh dua koma satu persen

Perkiraan ini turun dari Desember sebesardua koma tiga persen.

Pada tahun depan bank sentral AS melihat pertumbuhan ekonomi  satu koma sembilan persen dari proyeksi Desember dua persen. Sedangkan pertumbuhan ekonomi pada berikutnya tidak berubah di posisi satu koma delapan  persen.

Komite juga melihat sedikit lebih banyak kelemahan di pasar tenaga kerja dengan tingkat pengangguran naik menjadi tiga koma tujuh persen pada  tahun ini

Angka ini naik dari perkiraan Desember sebesar tiga koma lima persen.

Tingkat pengangguran akan naik menjadi tiga koma delapan persen pada  tahun depan, naik dari perkiraan Desember sebesar tiga koma enam persen.

Pada tahun berikutnya, tingkat pengangguran diperkirakan naik menjadi tiga koma sembilan persen, naik dari perkiraan sebelumnya 3,8 persen.

The Federal Reserve juga melihat tekanan inflasi sedikit lebih rendah dengan indeks pengeluaran konsumsi pribadi naik satu koma delapan persen, turun dari perkiraan sebelumnya satu koma sembilan persen.

Bank sentral AS melihat inflasi bertahan di dua persen dalam dua tahun ke depan.

Angka ini turun sedikit dari perkiraan Desember dua koma satu persen.

Komentar