Emas Mulai Dicampakkan Investor

Penulis: Darmansyah

Rabu, 4 Desember 2013 | 10:21 WIB

Dibaca: 0 kali

Investasi emas mulai dicampakkan investor karena tidak memberikan marjin yang signifikan setelah harganya terus terpuruk ke dasar jurang terbawah selama tiga tahun terakhir. Selama empat bulan di semester kedua tahun ini emas sudah menjungkirbalikkan para investor dan mereka merugikan dalam jumlah yang sangat besar.

Para analis mengatakan dengan kecewa, harga emas tidak lagi menjadi daftar keuntungan karena setiap hari terus merosot. Para pemilik cadangan emas sebagai penyangga devisanya, seperti Cina, Rusia, Amerika Serikat dan India merugikan hingga puluhan miliar dollar selama tahun ini.

Menurut para analis, rencana Federal Reserve untuk mengurangi program stimulus ekonomi Amerika Serikat atau dikenal dengan istilah “tapering off” membuat emas dijauhi para pelaku pasar.

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir dengan penurunan pada Rabu pagi WIB, karena pedagang menunggu data ekonomi minggu ini untuk petunjuk bank sentral AS melakukan tapering off.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari turun 1,1 dollar AS, atau 0,09 persen, menjadi ditutup pada 1.220,8 dollar AS per ounce. Harga emas berjangka, untuk hari kedua berturut-turut, menetap di titik terendah sejak 5 Juli, statistik menunjukkan.

Menurut analis pasar, dengan perekonomian AS dan pasar ekuitas AS secara perlahan pulih, para investor melihat kurangnya kebutuhan untuk aset-aset keras seperti emas. Selain itu, spekulasi bahwa The Fed akan segera mulai memperlambat laju stimulus moneter karena tanda-tanda perbaikan ekonomi AS juga menekan harga emas pada Selasa.

Manufaktur AS tumbuh di laju tercepat dalam lebih dari dua tahun pada bulan lalu, sebuah laporan dari Institute of Supply Management. Data penggajian atau “payroll” warga Amerika kemungkinan meningkat sebesar 181.000 pada November, menurut survei Bloomberg menjelang laporan Departemen Tenaga Kerja yang dijadwalkan akan dirilis pada 6 Desember.

Emas berjangka telah kehilangan sekitar 27 persen sepanjang tahun ini (hingga 3 Desember), karena emas kehilangan daya tariknya sebagai lindung nilai investasi ketika ekuitas menguat. Sementara indeks S&P 500 dalam kurun waktu sama naik sekitar 25 persen.

Sementara perak untuk pengiriman Maret turun 22,4 sen, atau 1,16 persen, ditutup pada 19,065 dollar AS per ounce.

Di pasar domestik, emas batangan yang diperdagangkan oleh PT Aneka Tambang Tbk, juga terus turun. Hari ini, Rabu, 04 Desember 2013, harga emas Antam bergerak melemah dan turun lagi Rp 1.000 per gram, setelah sehari sebelumnya, Selasa kemarin, terpental sebesar Rp 5.000 per gram.

Mengutip situs resmi Antam “Logammuli.com,” Rabu, 04 Desember 2013, “nuga.co” mencatat harga pembelian kembali atai “buy back” juga mengalami penurunan sebesar Rp 5.000 per gram sehingga harganya menjadi Rp 460.000 per gram dari sebelumnya Rp 465.000.

Untuk harga jual emas batangan milik Antam, kini, satu gramnya berada pada angka Rp 525.000. dari sebelumnya Rp 526.000. Untuk emas dua gram gram dihargai Rp 1.010.000 atau Rp 505.000 per gram. Sedangkan tiga gram dibanderol Rp 1.497.000 atau Rp 499.000 per gram.

Begitu juga dengan emas seberat lima gram harga jualnya Rp 2.480.000 atau Rp 496.000 per gram. Harga emas 10 gram dijual Rp 4.910.000 atau per gram Rp 491.000. Harga emas 25 gram Rp 12.200.000 atau Rp 487.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp 24.350.000 atau Rp 487.000 per gram.

Sedangkan, harga emas 100 gram sebesar Rp 48.650.000 atau Rp 486.000 per gram, dan harga emas 250 gram mencapai Rp 121.500.000, dengan harga per gramnya dihargai Rp 486.000. Harga emas ukuran 500 gram dibanderol Rp 242.800.000, dengan harga per gramnya Rp 485.600

Komentar