Emas Menguat Dua Hari Jelang Akhir Tahun

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 30 Desember 2017 | 08:47 WIB

Dibaca: 0 kali

Dua hari men jelang berakhirnya tahun ini, harga emas global di Comex Merchantil Exchange, New York,  memperpanjang kenaikan ke level tertinggi dalam tiga bulan terakhir.

Pada perdagangan Jumat, harga emas melompat ke kenaikan tahunan terbesar dalam tujuh tahun terakhir.

Penyebab utama melambungnya harga emas ini karena nilai tukar dolar AS melemah. Ketegangan politik dan kekhawatiran dampak kenaikan suku bunga membuat harga emas reli.

Seperti ditulis laman ekonomi “bloomberg,” hari ini, Sabtu pagi WIB, 30 Desember, harga emas di pasar naik lebih dari setengah persen atau pasnya nol koma enam puluh tujuh  persen

Untuk  harga emas berjangka ditutup naik hampir satu persen per ounce.

Dalam beberapa bulan terakhir memang dolar AS mengalami tekanan yang tak pernah berhenti.

Sentimen yang melemahkan nilai tukar dolar AS adalah ketegangan antara Amerika Serikat dalam hal ini adalah Presiden Donald Trump dengan Korea Selatan. Pihak Pyongyang terus melakukan uji coba rudal yang dianggap ajakan perseteruan oleh AS.

Selain itu, sentimen lain yang mempengaruhi harga emas adalah adanya penyelidikan keterlibatan Rusia saat kampanye pemilihan Presiden AS tahun lalu. Diduga pihak Rusia mengadakan pembicaraan dengan pihak Trump.

“Dan tentu saja pertemuan Bank Sentral AS yang mengeluarkan pernyataan akan sedikit dovish sehingga menjadi angin segar kepada pasar komoditas,” jelas David Meger, Direktur Perdagangan Logam Mulia High Ridge Futures di Chicago.

Logam mulia di tahun depan akan sedikit rentan terhadap pembalikan atau penguatan dolar AS. analis ABN Amro Georgette Boele menjelaskan, dolar AS diperkirakan akan berbalik arah pada tahun depan karena perbaikan ekonomi AS sehingga akan menekan komoditas.

Oleh sebab itu, ia pun menyarankan agar investor benar-benar menghitung investasi mereka dan jangan sampai apa yang didapat di tahun ini akan lenyap pada tahun depan.

Namun menurut tim teknis ScotiaMocatta dalam sebuah catatan, harga emas masih akan positif meskipun tidak akan mulus.

Diperkirakan pada tahun depan akan menyentuh US$ 1.306 per ounce yang ditargetkan tercapai pada bulan Oktober.

Kemarin, Jumat, harga emas juga i menguat.

Penguatan ini merupakan reli selama sembilan hari.

Dan kenaikan harga emas ini mengikuti kenaikan harga komoditas lain seperti minyak mentah dan tembaga.

Seperti ditulis laman  situs “bloomberg,”  harga emas di pasar spot naik lebih dari setengah persen atau pasnya nol koma enam puluh satu  persen  per ounce  dan mencapai level tertingginya  sore waktu New York

Level ini merupakan yang  tertinggi sejak akhir  November .

Harga emas di pasar spot telah meningkat selama sembilan sesi berturut-turut, tidak termasuk liburan Natal.

Itu adalah rangkaian terpanjang kenaikan harian sejak Juli enam tahun silam

Sedangan harga emas berjangka AS untuk pengiriman Februari naik mendekati setengah  persen

“Secara teknikal memang harga emas seharusnya naik,” jelas Analis RJO Futures di Chicago, Eli Tesfaye.

Kenaikan harga emas ini terdorong oleh kenaikan harga komoditas lainnya terutama minyak mentah. Harga minyak mendekati level tertinggi dalam dua setengah tahun pada penutupan perdagangan Kamis didorong data permintaan di AS yang kuat.

Pekan ini, harga minyak WTI menembus di atas enam puluh dollar per barel untuk pertama kalinya sejak Juni dua tahun lalu5. Sementara Brent menembus enam puluh tujuh dollar  untuk pertama kalinya sejak Mei du tahun sebelumnya.

Departemen Energi AS menyatakan bahwa stok minyak mentah AS turn empat koma enam  juta barel dalam minggu terakhir.

Persediaan di luar cadangan strategis nasional telah menurun lebih dari sebelas persen dibanding tahun lalu.

Harga emas diprediksi dapat menguat pada tahun depan

Komentar