Emas Mengalami Gejolak Harga Pekan Ini

Penulis: Darmansyah

Senin, 4 Desember 2017 | 09:08 WIB

Dibaca: 0 kali

Pada penutupan perdagangan pekan lalu, harga emas di pasar spot sempat naik sangan tipis, nol koma satu persen ke level  per ounce.

Sehari sebelumnya  harga emas malah  turun  nol koma tujuh persen untuk dan menyentuh titik terendah sejak awal November

Harga logam mulia ini turun nol koma sembilan persen selama seminggu.

Untuk harga emas berjangka AS naik

Analis logam mulia Heraeus Metals Hong Kong Limited Dick Poon menjelaskan, saat ini sebagian besar pelaku pasar fokus kepada rencana kenaikan suku bunga Bank Aentral AS.

“Di luar itu secara jangka pendek sebagian besar investor melihat apa yang terjadi dengan pasar saham?” jelas dia.

Sedangkan nilai tukar dolar AS tertekan terhadap sekeranjang mata uang utama dunia. Indeks dolar AS turun nol koma dua persen karena pelaku pasar sedang menunggu pemungutan suara untuk Undang-Undang perpajakan AS.

Sebenarnya sebagian besar investor cukup yakin bahwa reformasi perpajakan AS bakal bisa diketuk dalam waktu dekat.

Hal tersebut usai adanya sinyal dari Partai Republik bahwa sebagian besar anggota Kongres AS sudah menyatakan kesepakatannya dengan draf yang diusulkan.

Jika proses reformasi perpajakan AS ini lancar maka kemungkinan besar bisa menganggu harga emas karena nilai tukar dolar AS akan kembali melambung seiring kepercayaan investor akan pertumbuhan ekonomi AS.

Penurunan harga emas ini karena terpicu sentimen optimisme pada ekuitas dan data pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat

Harga emas masih terjebak dalam kisaran bulanan tersempitnya selama dua belas tahun.

Adapun harga perak turun ke level terendah delapan minggu, jatuh bersamaan dengan logam industri lainnya.

Sementara nilai tukar Dolar AS  menguat terdorong laporan pertumbuhan ekonomi AS di kuartal ketiga.

Harga emas sebelumnya sempat mencapai titik terendah sejak pertengahan November .

Harga emas naik nol koma tiga  persen bulan ini

Ekuitas global tercatat berada pada jalur kenaikan bulanan ke-13 berturut-turut di November.

“Optimisme berada pada rekor tertinggi, jadi harus turun sedikit, yang akan cukup positif untuk emas. Namun dolar yang menguat akan membatasi keuntungan,” kata Martin Arnold, Ahli strategi ETF Securities.

Di awal sesi, dolar AS yang menguat membebani emas, namun greenback berbalik arah usai investor bertaruh jika Bank Sentral akan terus melepaskan rangsangan stimulusnya, membantu emas untuk bergerak dari posisi terendahnya.

Komentar