Emas Makin Berada Diposisi Tertingginya

Penulis: Darmansyah

Kamis, 19 April 2018 | 07:44 WIB

Dibaca: 1 kali

Hari ini, Kamis, 19 April, harga emas kembali moncreng bersamaan dengan stabilnya pergerakan  dollar.

Seperti ditulis laman “bloomberg,” pagi ini, Kamis WIB,  Harga emas berjangka menguat ke level tertingginya dalan satu pekan terakhir

Hal itu didukung dolar Amerika Serikat  stabil dan bursa saham AS bervariasi.

Selain itu, pergerakan harga emas juga dipengaruhi usai rilis Beige Book the Federal Reserve atau bank sentral Amerika Serikat.

Pada laporan itu menggambarkan aktivitas ekonomi domestik menunjukkan pertumbuhan pada Maret dan awal April.

Harga emas untuk pengiriman Juli naik nol koma tiga persen

Harga emas itu tertinggi sejak 11 April.

Pada perdagangan elektronik, harga emas   emas tergelincir tipis.

Pada pekan lalu, harga emas mampu memguat nol koma delapan persen. Sementara itu, harga perak juga naik

“Seperti yang terjadi sepanjang tahun, harga emas berkisaran USD 1.310-USD 1.360. Ini akan tetap terjadi hingga ada katalis memberikan bukti seperti lonjakan inflasi dan perubahan tak terduga kebijakan the Federal Reserve,” tulis analis Sevens Report dalam laporannya yang dikutip dari Marketwatch, Kamis pagi WIB, 19 April

Kenaikan harga emas ini terjadi usai indeks dolar AS naik tipis nol koma satu persen

Selain itu, bursa saham AS pun bervariasi meski sempat reli yang didorong sentiment laporan keuangan perusahaan AS.

Penguatan harga emas juga didukung dari risiko politik. Korea Selatan dan Korea Utara akan mengadakan pembicaraan untuk menciptakan perjanjian damai.

Pada perdagangan sehari sebelumnya, Rabu, 18 April, harga emas meroket dan berada pada posisi tertingginya selama tiga bulan terakhir.

Kenaikan ini juga dipicu oleh kekhawatiran investor atas ketegangan geopolitik di Suriah semakin mereda.

Investor memilih komoditas emas sebagai instrumen yang aman untuk berinvestasi.

Seperti ditulis laman “Bloomberg,” Rabu pagi WIB,  harga emas di pasar spot naik  tipis

Untuk  harga emas berjangka terutama  pengiriman Juni merosot.

“Orang-orang enggan melepas emas mereka meskipun ketegangan telah mereda. Tapi saya pikir mereka belum akan menjual emas,” ujar TD Securities Commodities Strategist, Ryan McKay.

Harga emas menguat ke level tertinggi pekan lalu karena ketegangan geopolitik di Suriah memanas. Walaupun telah surut, namun kekhawatiran sanksi AS terhadap Rusia masih tetap ada.

Selain itu, kurva imbal hasil obligasi AS flat setelah Donald Trump mencalonkan Richard Clarida sebagai Wakil Ketua Fed.

Kurva yang datar biasanya mencerminkan pandangan rencana Bank Sentral AS untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Ini akan menjadi sinyal kekhawatiran atas prospek ekonomi makro.

“Pasar menunggu untuk melihat apa yang akan dilakukan The Fed. Untuk menyesuaikan suku bunga, mereka harus memiliki data,” kata Executive Vice President dari Investment Service Dillon Gage, Walter Pehowich.

Di pasar uang, dolar AS terhadap mata uang Euro landai setelah mencapai nilai tinggi di tiga minggu dalam perdagangan sebelumnya.

Selain harga emas, harga perak pun terkerek naik hampir satu  persen per ounce. Sementara harga platinum menanjak satu koma tiga persen per ounce setelah sebelumnya menyentuh tertinggi enam hari .

Pada perdagangan Selasa kemarin harga  emas juga  naik disebabkan oleh pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat

Harga emas tetap naik meskipun kekhawatiran akan adanya konflik di Suriah mereda.

Pada pekan kemarin harga emas meloncat karena adanya kekhawatiran geopolitik terkait konflik di Suriah.

Namun memang kenaikan harga emas sedikit tertahan karena adanya ekspektasi kenaikan suku bunga AS ke level yang lebih tinggi.

Pasukan dari AS, Inggris dan Prancis melakukan serangan udara ke Suriah pada Sabtu, dengan target tiga fasilitas senjata kimia utama di Suriah.

Dengan adanya aksi serangan tersebut harga emas naik di pasar berjangka.

Namun kenaikan tersebut tertahan karena belum terlihat lagi aksi balasan dan adanya serangan lanjutan.

“Beberapa risiko lain menyusul usai adanya serangan udara tersebut,” jelas analis Capital Economics Simona Gambarini. Namun memang, ia melanjutkan, sampai saat ini risiko tersebut belum terliihat sehingga harga emas tidak melonjak tinggi.

Komentar