Emas Makin Dihimpit Oleh Penguatan Dolar

Penulis: Darmansyah

Kamis, 19 Oktober 2017 | 09:59 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas global makin anjlok hari ini, Kamis, 17 Oktober, bersamaan dengan makin perkasanya dollar.

Kontrak emas berakhir di bawah level kunci U$ 1.300 pada hari Selasa, dengan dolar A.S. yang lebih kuat mendorong harga logam kuning untuk bertahan pada titik terendah dalam lebih dari seminggu.

Harga juga mengalami penurunan terbesar satu hari adalam hampir empat pekan, imbas naiknya inflasi di Inggris menekan komoditas ini.

Kenaikan inflasi dapat memberi para bankir sentral di seluruh dunia lebih yakin bahwa pertumbuhan upah yang lesu dan harga bisa kembali ke tingkat yang dianggap lebih sehat dari pada kemudian, mengingat kenaikan suku bunga-bearish untuk harga emas.

Harga emas untuk pengiriman Desember turun

Harga berakhir di level terendahnya sejak awal Oktober menurut FactSet Data.

Kontrak tersebut juga mencatatpenurunan terbesar dalam satu sesi sejak 21 September lalu. Indeks saham emas SPDR Gold pun turun hampir satu persen.

Inflasi tahunan di Inggris naik ketiga persen pada September, kata pejabat di Badan Statistik Inggris pada Selasa lalu, menandakan laju pertumbuhan harga barang dan jasa tercepat sejak awal  lima tahun silam.

Pelaku pasar percaya bahwa laporan tersebut dapat memberi kontribusi pada Bank of England untuk menaikkan suku bunga utamanya hingga seperempat persen pada bulan November.

Bankir sentral lainnya, termasuk bank sentral Eropa dan Federal Reserve, telah terganggu oleh tingkat inflasi yang telah terhambat di bawah target tahunan sekitar dua persen.

Harga emas dipengaruhi Dolar yang beringsut lebih rendah, karena investor konsolidasi sebelum data inflasi keluar pekan ini yang menjadi sinyal turnaround Dolar di tahun ini.

Biasanya melemahnya dolar AS mendukung harga komoditas seperti emas. Sebab pelemahan greenback, menurunkan biaya pembelian emas di luar Amerika Serikat.

Di sisi lain, investor juga tetap mewaspadai data pekerjaan yang tak terduga menguat pada hari Jumat lalu.

“Kami pikir laporan pekerjaan cukup baik bagi Fed tapi pasar tetap skeptis bahwa akan ada kenaikan tarif di tahun ini, “kata Rob Haworth, Senior Strategi Investasi Bank Wealth Management.

Dalam minggu mendatang, harga emas bisa mendapatkan dorongan jika AS memilih untuk meningkatkan pengurangan plafon utang, tanpa menghubungkan ke belanja atau pajak, menurut Analis ICBC Standard Bank, Tom Kendall.

Komentar