Emas Lokal Turun dan Global Menguat

Penulis: Darmansyah

Selasa, 20 Desember 2016 | 10:38 WIB

Dibaca: 0 kali

Sempat naik sehari sebelumnya, hari ini, harga emas PT Aneka Tambang Tbk atau Antam kembali ambruk ke tingkat terendah bersamaan dengan terjadinya kenaikan  harga emas global di Mercantil Exchange New York.

Emas Antam, seperti dirilis laman “logam mulia.com,” Selasa pagi WIB, 20 Desember 2016, kembali susut Rp 1.000 per gram menjadi Rp 585 ribu per gram.

Kemarin, harga emas Antam dibanderol Rp 586 ribu per gram.

Demikian pula, harga buyback emas Antam turun Rp 1.000 menjadi Rp 488 per gram. Itu berarti, jika Anda menjual emas yang Anda miliki, maka Antam akan membayar Rp 488 ribu per gram.

Pembayaran buyback dengan volume di atas 1 kilogram  akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu pada harga di hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran 1 gram hingga 500 gram. Hingga pukul 09.13 WIB, beberapa ukuran emas Antam tidak tersedia. Ukuran emas Antam yang tidak tersedia antara lain ukuran 1 gram, 2 gram, 50 gram, 100 gram dan 250 gram.

Harga emas naik terpicu ketegangan geopolitik yang mengimbangi harapan jika Amerika Serikat  akan menerapkan kebijakan moneter yang ketat dan menguatnya dolar.

Seperti ditulis laman Reuters, Selasa siang WIB, harga emas di pasar Spot naik sangat tipis per ounce akibat dolar yang melemah di awal perdagangan.

Harga emas mencapai posisi terlemahnya pada Kamis pekan lalu. Ini terjadi di bawah tekanan dolar setelah perkiraan tentang kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Adapun harga emas berjangka AS yang diperdagangkan paling aktif untuk pengiriman Februari

“Kami sampai pada ketegangan geopolitik,” kata Phillip Streible, Brokor  Komoditas Senior RJO Futures di Chicago, mencatat aksi fatal penembakan duta besar Rusia di Turki mendorong harga emas yang dianggap sebagai investasi safe haven.

Meski begitu, harga emas tetap dibatasi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang lebih tinggi di tahun depan.

The Fed menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam satu tahun pekan lalu dan diproyeksikan meningkat kembali pada tahun depan.

Sementara Dolar menguat terhadap sekeranjang mata uang setelah Federal Reserve Ketua Janet Yellen mengatakan pasar tenaga kerja AS telah meningkat ke level terkuat dalam hampir satu dekade.

Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga. “Suku bunga dan dolar yang tinggi akan membebani emas ke depan,” kata analis ETF Securities Martin Arnold.

Emas terus menguat dengan bergerak lebih tinggi setelah berhasil lepas dari area konsolidasi di level terendah.

Gubernur the Fed memberikan pidato di University of Baltimore setelah menaikkan suku bunga untuk kedua kalinya dalam lebih dari satu dekade. Janet Yellen berbicara tentang pasar kerja yang berpotensi semakin optimis.

Sebenarnya, Yellen tidak diharapkan untuk berbicara mengenai kebijakan moneter, namun pasar masih akan terus menilai setiap nada pernyataan untuk melihat apakah ada petunjuk tambahan kebijakan pengetatan lebih lanjut.

Pasar diduga termakan oleh pernyataan the Fed yang mungkin akan menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali di tahun depan karena pada tahun yang lalu, the Fed juga memprediksi bahwa ada tiga kali kenaikan suku bunga pada tahun ini tetapi pada kenyataanya hanya satu kali kenaikan.

Tensi geopolitik semakin memanas ketika Kementerian Luar Negeri Rusia telah mengkonfirmasi bahwa Duta Besar Rusia tertembak dan terbunuh di Ankara Turki dan menyebutnya sebagai “aksi terorisme.”

Hal Ini menambahkan lapisan tambahan untuk ketegangan geopolitik di seluruh dunia, yang mungkin akan mendasari pergerakan emas.

Hari ini, Bank of Japan kemungkinan akan merilis kebijakan moneter dan memberikan pandangan ekonomi yang lebih optimis sehingga memperkuat ekspektasi pasar bahwa arah kebijakan masa depan dapat meningkatkan suku bunga.

Pertumbuhan ekonomi China diperkirakan akan mendingin pada tahun depan oleh karena itu kebijakan moneter ketat dan pembatasan lebih lanjut untuk menekan gelembung harga aset akan terus dilakukan, terutama di pasar properti, bahkan ketika penurunan tajam mata uang yuan telah menimbulkan kekhawatiran tentang gejolak pasar.

Komentar