Emas Lokal Tergelincir, Global Melambung

Penulis: Darmansyah

Selasa, 5 September 2017 | 09:30 WIB

Dibaca: 0 kali

Emas lokal yang diperdagangkan PT Aneka Tambang Tbk atau Antam, hari ini, Selasa, 05 Agustus, tergelincir sebesar Rp 1.000 dari harga tertingginya,  Rp 617 ribu per gram

“Turun Rp 1.000 jika dibandingkan dengan perdagangan sehari sebelumnya atau pada Senin yang tercatat Rp 618 ribu per gram,” tulis laman Antam.

Untuk  harga pembelian kembali atau buyback emas Antam tetap di posisi Rp 557 ribu per gram.

Harga buyback ini jika Anda akan menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 557 ribu per gram.

Pembayaran buyback dengan volume di atas 1 kilogram akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu pada harga buyback hari transaksi.

Berlainan dengan harga lokal, emas global dari Mercantil Comex Exchange, New York, hari ini, melonjak ke titik tertinggi dalam dua belas bulan karena investor memburu aset-aset safe haven. ketegangan akibat uji coba rudal Korea Utara menjadi penyebab utama kenaikan harga emas.

Mengutip CNBC, Selasa pagi WIB, harga emas naik sekitar satu persen  per troy ounce pada  perdagangan Selasa waktu London.

Harga tertinggi yang pernah ditorehkan dalam setahun terakhir  pernah terjadi pada 24 September tahun lalu.

Harga emas sedikit turun pada perdagangan siang dan kemudian bergerak naik kembali

Reli harga emas terus terjadi dalam beberapa hari terakhir usai pelaku pasar memburu aset safe haven.

Harga emas melonjak bersamaaan dengan nilai tukar yen Jepang dan franc Swiss. Kenaikan instrumen investasi ini menyusul uji coba rudal terbaru Korea Utara pada akhir pekan lalu.

“Jika ketegangan di Asia terus meningkat karena aktivitas Korea Utara, emas dan aset safe haven lain akan dengan mudah terus melonjak. “

“Namun kebalikannya, jika ketegangan menurun maka harga emas juga akan gampang tertekan,” jelas analis ABN Amro Georgette Boele.

“Kami melihat pemulihan dolar AS akan mendorong harga emas turun mendekati level US$ 1.300 per troy ounce dalam waktu dekat lagi.

Ini dengan asumsi kami tidak berharap ketegangan di Korea Utara terus berlanjut,” tambah dia.

Harga emas berpotensi menguat selama pekan ini. Akan tetapi, pergerakan harga emas masuk area jenuh beli dapat mendorong harga emas tertekan meski terbatas.

Analis melihat harga emas ditransaksikan di atas US$ 1.300 pada pekan lalu dapat mendorong harga emas kembali menguat.

Namun, harga emas masuk area jenuh beli sehingga diperkirakan ada tekanan. Namun terbatas lantaran dipengaruhi sejumlah sentimen.

“Risiko politik baik Korea Utara dan limit utang Amerika Serikat serta data tenaga kerja sektor non pertanian membuat dolar Amerika Serikat masih tertekan,” ujar Chief Market Strategist CMC Markets Colin Cieszynski, seperti dikutip dari laman Kitco

Pada pekan ini selain isu politik, kebijakan bank sentral Amerika Serikat atau the Federal Reserve menjadi fokus pasar.

Merespons data ekonomi tersebut, harga emas pun naik ke level tertinggi dalam 11 bulan di kisaran US$ 1.334.

Ekonom CIBC Capital Markets Avery Shenfeld menuturkan, the Federal Reserve perlu melihat data inflasi naik sebelum melanjutkan kenaikan suku bunga.

Namun data upah Agustus belum dapat berkontribusi.

Hal senada dikatakan Bart Melek, Kepala Riset TD Securities. Ia melihat bank sentral AS belum akan kembali menaikkan suku bunga hingga akhir tahun.

“Bank sentral AS tampaknya tidak agresif apalagi usai data ekonomi di bawah harapan,” kata dia.

Komentar