Emas Lokal Stagnan, Global “Wait and See”

Penulis: Darmansyah

Senin, 10 Oktober 2016 | 10:51 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas lokal hari ini, Senin pagi WIB, 10 Oktober 2016,  yang diperdagangkan PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, masih belum beranjak dari Rp 599.000 per gram, dan merupakan harga pekan lalu, bersamaan dengan amblasnya harga emas dunia, terutama di New York Exchange Comex.

Sedangkan harga buyback emas atau pembelian kembali, naik Rp 1.000 menjadi Rp 525 ribu per gram. Itu artinya jika Anda menjual emas, maka Antam akan membayar Rp 525 ribu per gram.

Untuk pembayaran buyback dengan volume di atas satu kilogram  akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu pada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai satu  gram hingga 500 gram.

Hingga menjelang siang WIB, sebagian ukuran emas sudah habis terjual antara lain ukuran 3 dan 100 gram.

Berlainan dengan kondisi pasar lokal yang stagnan, harga emas untuk sesi Asia, Senin pagi WIB,  naik secara moderat setelah data nonfarm payrolls AS dirilis mengecewakan sehingga membuat kemungkinan spekulasi kenaikan suku bunga kembali tertekan.

Namun, keuntungan pada pergerakan emas tidak berkelanjutan ketika pernyataan the Fed cukup tajam dan menjaga tekanan pada emas.

Nonfarm payrolls AS bulan September dirilis di kisaran 156K, di bawah ekspektasi 174K.

Sementara tingkat pengangguran naik lebih tinggi ke kisaran lima persen.

Sedangkan penghasilan rata-rata per jam dan naik sesuai dengan harapan.

Media keuangan terus melaporkan bahwa ekonomi “baik-baik saja,” meskipun data terbaru dari sektor pekerjaan baru-baru ini dirilis di bawah optimis.

Mereka tampaknya sedang mengabaikan tren yang sedang terjadi . . .

Pada minggu ini, investor akan mengalihkan pandangan untuk melihat kebijakan calon presiden AS Donald Trump dan Hillary Clinton yang dijadwalkan akan melakukan debat ketiga.

Pembukaan kembali pasar China setelah melakukan liburan selama seminggu juga akan dipantau oleh pasar scara cermat.

Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda, Wakil Ketua Fed Stanley Fischer dan Gubernur Bank Rakyat China Zhou Xiaochuan akan berbicara pada pertemuan IMF di Washington.

Perhatian juga akan beralih ke meeting minute dari pertemuan kebijakan Federal Reserve bulan September untuk mendapatkan petunjuk segar waktu kenaikan suku bunga AS berikutnya.

Data penjualan ritel AS juga akan menjadi sorotan, karena investor mencoba untuk mengukur apakah negara ekonomi terbesar di dunia cukup kuat untuk menahan kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun ini.

Pasar masih membayangkan emas, apakah terlihat cukup menarik sebagai investasi safe-haven, ketika logam emas masih didukung oleh pelemahan pound.

 

Komentar