Emas Lokal Menguat, Global Tersungkur

Penulis: Darmansyah

Kamis, 1 Maret 2018 | 09:57 WIB

Dibaca: 2 kali

Walau pun harga emas global hari ini, Kamis, 01 Maret, tersungkur oleh penguatan dollar, tapi harga emas PT Aneka Tambang Tbk  atau Antam justru berkibar.

Emas Antam mencatatkan kenaikan rutinnya pagi ini WIB,  sebesar Rp 2.000 per gram ke posisi Rp 640 ribu per gram

Pada perdagangan Rabu kemarin, harga emas Antam berada di level Rp 638 ribu per gram.

Demikian juga harga pembelian kembali atau buyback naik Rp 1.000 menjadi Rp 570 ribu per gram.

Harga buyback ini adalah jika Anda akan menjual emas, maka Antam akan membelinya di harga Rp 570 ribu per gram.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram.

Hingga menejlang siang WIB, sebagian besar ukuran emas Antam tersedia kecuali ukuran 250 gram dan 500 gram.

Berbeda dengan harga emas lokal, harga emas global yang dikendalikan Comex, hari ini,  justru menggelepar dam bertekuk dibawah  penguatan dollar.

Harga emas duni  melemah jelang akhir perdagangan.

Pelemahan harian tersebut berkontribusi terhadap penurunan harga emas secara bulanan pertama kali sejak Oktober.

Penurunan harga emas ini juga dipengaruhi dolar Amerika Serikat

Pernyataan Gubernur Bank Sentral AS atau the Federal Reserve Jerome Powell menekan pasar komoditas termasuk logam.

Dalam testimoni pertama kali di depan Kongres, Powell indikasikan kenaikan suku bunga terutama pada pertemuan Maret.

“Kedengarannya lebih agresif untuk kebijakan moneter AS. Powel memberi sinyal ada kemungkinan kenaikan suku bunga sebanyak empat kali dimulai pada Maret. Pernyataan dia menekan pasar logam, imbal hasil obligasi dan pasar saham tetapi mendukung indeks dolar AS,” ujar Analis Kitco, Jim Wyckoff,seperti dikutip dari laman Marketwatch

Harga emas untuk pengiriman April melemah sepuluh sen atau kurang dari nol koma satu  persen  Harga emas alami penurunan rendah sejak awal Februari.

Sedangkan sepanjang Februari harga emas melemah satu koma delapan persen.

Ada harapan kenaikan suku bunga bank sentral AS meningkat selama testimoni Powell pada Selasa waktu setempat.

Dalam sambutannya, Powell menuturkan, pihaknya akan terus seimbangkan dan hindari ekonomi naik terlalu kencang. Selain itu, pihaknya akan mendorong inflasi mencapai dua persen secara berkelanjutan.

“Kenaikan suku bunga ada kemungkinan dilakukan pada pertemuan FOMC berikutnya pada Maret. Kenaikan suku bunga berlanjut sepanjang tahun ini,” kata Analis Commerzbank, Carsten Fritsch.

Indeks dolar AS pun cenderung naik. Indeks dolar AS menguat nol koma dua persen menjadi sembilan puluh koma lima puluh enam

Logam mulia sering dipatok pada dolar AS. Jadi cenderung turun ketika dolar AS. Adapun pembelian minat pada logam dibatasi karena indeks dolar AS catatkan level tertinggi dalam tiga minggu.

Sementara itu kekhawatiran inflasi dapat memicu pembelian emas karena dinilai safe haven. Kenaikan suku bunga akan menekan harga komoditas logam karena tidak ada imbal hasil bunga..

Sebelumnya, harga emas turun satu persen pada perdagangan Selasa. Penurunan harga emas tersebut usai Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat  atau the Federal Reserve menyatakan bahwa mereka akan tetap menaikkan suku bunga secara bertahap.

Penguatan dolar AS memberikan tekanan kepada harga emas.

Selain itu, pernyataan dari Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell juga memberikan tekanan kepada harga emas.

Powell mengatakan kepada anggota Kongres AS bahwa suku bunga acuan Bank Sentral AS akan terus naik secara bertahap.

Konsensus the Fed saat ini telah memberi sinyal kenaikan tiga sampai empat kali tahun ini.

“Rasanya cukup netral dalam hal suku bunga bergerak maju,” kata Bob Haberkorn, analis komoditas senior di RJO Futures.

Suku bunga AS yang lebih tinggi membuat harga emas tertekan karena emas tidak memberikan bun

Komentar