Emas Lokal dan Global Masih Konsolidasi

Penulis: Darmansyah

Selasa, 5 April 2016 | 10:54 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas memasuki tahap konsolidasi setelah sempat tergelincir pada hari Jumat dikarenakan data pekerjaan AS dilaporkan positif sehingga memberikan penguatan ekonomi dan membuat spekulasi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga semakin jelas.

Pergerakan emas terus terbebani bersama dengan harga komoditas utama lainnya pada Senin.

Fed funds futures terus menginformasikan bahwa kenaikan suku bunga AS untuk bulan April hanyalima persen dan dua puluh enam untuk Juni.

Bahkan, untuk bulan September hanya berpeluang fifty-fifty.

Namun gubernur Fed Boston Rosengren mengatakan bahwa prakiraan kenaikan suku bunga terlalu pesimis.

Hal ini tampaknya menjadi strategi baru bagi The Fed ketika Yellen memberikan pandangan dengan nada dovish sedangkan gubernur the Fed lainnya bernada hawkish.

Tampaknya the Fed mulai menjaga keseimbangan. Jika pasar tetap yakin bahwa kenaikan suku bunga akan dilakukan maka The Fed akan memiliki waktu yang sulit untuk menaikkan suku bunga.

Beberapa kebijakan yang tidak berjalan dengan baik terjadi pada bank-bank sentral di Eropa dan Jepang.

Survei Tanken menunjukkan BoJ tidak mungkin untuk mencapai target, yang berarti ada kemungkinan akomodasi lanjutan akan tetap dilakukan.

PPI zona Eropa berada di kisaran nol koma tujuh pada bulan Februari yang menunjukkan bahwa ECB akomodasi lebih lanjut mungkin akan diperlukan.

Emas yang dianggap sebagai aset safe haven ketika terjadi gejolak di pasar telah membantu untuk menempatkan beberapa portofolio emas selama beberapa minggu terakhir.

Walaupun pasar saham AS terus melakukan reli tajam dengan membalikkan kerugian besar yang terjadi selama awal tahun ini. Warna emas masih akan tetap di cari oleh investor untuk mengamankan investasi.

Ekonomi AS pada kuartal I 2016 kemarin menunjukkan penguatan yang terlihat dari membaiknya data tenaga kerja dan juga data manufaktur.

Para pengusaha terus menambah pekerjaan dan aktivitas pabrik terus berkembang untuk pertama kalinya sejak musim panas tahun lalu.

Selain itu, penjualan kendaraan bermotor terutama mobil terus meningkat dan merupakan penjualan terbaik dalam satu dekade terakhir. Sebelumnya, sama seperti properti, penjualan mobil terus menurun.

Angka ekonomi yang kuat tersebut mendorong argumen dari beberapa pejabat Bank Sentral AS atau The Fed yang menyatakan bahwa perekonomian AS telah pulih.

Dengan pemulihan ekonomi AS tersebut membuat perkiraan bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga atau menjalankan kebijakan pengetatan moneter dalam waktu dekat ini semakin besar.

Dengan kenaikan bunga tersebut membuat emas harus berjuang keras.

Pelaku pasar lebih memilih untuk berinvestasi di obligasi karena memberikan imbal hasil yang lebih menguntungkan.

“Harga emas terbebani dengan data yang keluar,” jelas broker LOGIC Advisors Bill O’Neill. Dengan data yang baik tersebut beberapa orang mengambil aksi jual agar memperoleh keuntungan sehingga menekan emas.

Sementara itu di pasar lokal, harga emas yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk atau Antam kembali turun Rp 3.000 per gram dan berada di posisi Rp 559 ribu per gram pada perdagangan Selasa pekan ini.

Kemarin, harga emas Antam berada di angka Rp 562 ribu per gram. Dalam dua hari ini harga emas Antam turun Rp 5.000 per gram.

Sedangkan harga pembelian kembali atau “buyback” emas Antam juga turun Rp 3.000 menjadi Rp 510 ribu per gram.

Harga pembelian kembali ini artinya jika Anda menjual emas yang dimiliki, Antam akan membelinya di harga Rp 510 ribu per gram.

Adapun pembayaran buyback dengan volume di atas satu kilogram akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu kepada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai satu gram hingga 500 gram.

Hingga menjelang siang WIB hanya emas ukuran 100 gram yang sudah habis terjual. Emas ukuran lainnya masih tersedia.

Mengingat tingginya animo masyarakat, transaksi pembelian emas batangan yang datang langsung ke Antam dibatasi hingga maksimal 150 nomor antrean per hari.

Komentar