Emas Lokal dan Global Makin Ambruk

Penulis: Darmansyah

Senin, 23 Mei 2016 | 09:51 WIB

Dibaca: 0 kali

Hari ini, Senin, 23 Mei 2016, harga emas PT Aneka Tambang Tbk  atau Antam  mengaami penurunan akibat tekanan ambruknya perdagangan emas global yang terjungkal di akahir pekan lalu.

Hari ini emas Antam turun Rp 2.000  dan berada di posisi Rp 586 ribu per gram. Pda Sabtu, 21 Mei 2016 kemarin, harga emas Antam ada  di angka Rp 588 ribu per gram.

Hal yang sama juga terjadi dengan harga pembelian kembali atau buyback emas Antam yang turun Rp 2.000 per gram menjadi Rp 531 ribu per gram.

Artinya jika Anda hendak menjual emas Antam maka akan dihargai Rp 531 ribu per gram.

Pembayaran buyback dengan volume di atas satu kilogram  akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu kepada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai satu  gram hingga 500 gram dan hingga menjalang siang WIB stok emas seluruh ukuran masih tersedia.

Pada perdagangan akhir pekan lalu  harga emas terjerembab ke posisi terendah tiga minggu karena pelaku pasar terus melihat kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve pada tahun ini menyusul komentar hawkish dari bank sentral AS.

Emas memperpanjang penurunan dengan sebesar lima belas dollar per ounce

Kejatuhan ini terjadi setelah  meeting minute FOMC  tentang kemungkinan suku bunga jangka pendek  terus meningkat seperti yang diharapkan.

Jika inflasi memanas maka emas akan menjadi pilihan.

Kita tahu bahwa emas akan menjadi lindung nilai klasik yang baik terhadap kenaikan inflasi.

Harga emas naik sebanyak delapan belas persen sejak awal tahun ini dan membuat dolar terdepresiasi tajam di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.

The Fed telah mengirimkan sinyal untuk melanjutkan siklus pengetatan kebijakan moneter pada pertemuan 14-15 Juni.

Pertemuan tersebut juga hanya sembilan hari menjelang tanggal referendum Brexit.

The Fed harus memastikan bahwa Inggris memilih untuk tetap tinggal dalam Uni Eropa agar dapat memulai kenaikan suku bunga yang kedua.

Ada segudang risiko yang masih menjulang di pasar global. Pasar dapat menilai bahwa kenaikan suku bunga Fed berada di antara risiko tersebut dan akan membuat pasar saham tampaknya kurang antusias.

Pergerakan harga emas terbaru mungkin akan menjadi bukti bahwa tekanan yang terjadi kemungkinan hanya bersifat sementara karena harga yang lebih rendah sudah pasti akan mengakibatkan volume permintaan akan meningkat.

Apakah emas telah menjadi pilihan investasi di masa ketidakpastian ekonomi  global ? Investor yang bijak akan selalu memilih emas untuk mengamankan investasi.

Harga emas pada perdagangan Kamis waktu setempat menuju ke level terendahnya dalam tiga pekan. Penurunan ini imbas dari sinyal the Fed yang menaikkan suku bunga pada Juni, yang berpengaruh pada permintaan logam ini.

TheFed nampaknya serius akan menaikkan suku bunga acuan pada musim panas Juni ini. Itu salah satu faktor yang membuat komoditas ini sedikit goyah.

“Bank Sentral the Fed disarankan melakukan pemanasan untuk kenaikan suku bunga pada Juni mendatang, terutama juka ekonomi AS terus meningkat dan inflasi bergerak ke target the Fed yaitu dua persen,” tutur Edward Meir, konsultan independen soal komoditas dilansir dari Marketwatcch.

Kenaikan suku dapat membebani emas sebagai logam mulia tidak membayar bunga. Selain itu, dolar juga telah menguat dan membebani komoditas denominasi dolar seperti emas, membuat emas lebih mahal dengan pembelian menggunakan mata uang lainnya.

Ke depan, Meir mengharapkan untuk melihat penurunan lebih lanjut di kompleks komoditas “atas saldo Mei dan pemanasan hingga Juni.” tuturnya.

Komentar