Emas Lokal dan Global Ambruk Lagi

Penulis: Darmansyah

Rabu, 23 Desember 2015 | 10:25 WIB

Dibaca: 0 kali

Sehari menjelang liburan panjang, akhir pekan ini, Rabu, 23 Desember 2015, harga emas, baik domestik maupun global ambruk ditengah makin menguatnya dollar akibat kebijakan The Federal Reserve manikkan suku bunga di pertengahan bulan ini.

Harga emas lokal, yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, turun Rp 2.000 per gramdan berada di posisi Rp 545 ribu per gram.

Pada perdagangan sehari sebelumnya, emas Antam dijual di level Rp 547 ribu per gram.

Sementara harga pembelian kembali atau dikenal dengan sebutan “buyback” emas Antam juga turun dengan nilai yang cukup tajam, yaitu mencapai Rp 10.000 per gram sehingga berada di angka Rp 469 ribu per gram.

Pada perdagangan Selasa kemarin harga beli kembali ini berada di Rp 479 ribu per gram.

Harga pembelian kembali ini artinya jika Anda menjual emas yang dimiliki, maka Antam akan membelinya di harga Rp 469 ribu per gram.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram. Hingga pukul 08.21 WIB, sebagian besar ukuran emas Antam masih tersedia. Hanya emas dengan ukuran 10 gram saja yang sudah habis terjual.

Mengingat tingginya animo masyarakat, transaksi pembelian emas batangan yang datang langsung ke Antam dibatasi hingga maksimal 150 nomor antrean per hari.

Di pasar globa harga emas ditutup lebih rendah dibanding sehari sebelumnya
Penurunan harga emas terjadi karena investor mengalihkan portofolionya ke pasar saham jelang libur Natal.

Mengutip MarketWatch, Rabu, 23 Desember 2015, harga emas untuk pengiriman Februari turun, setelah sebelumnya mampu naik tajam lebih dari US$ 30 dalam dua sesi perdagangan

Reli tajam di bursa saham Amerika Serikat terutama Indeks Dow Jones Industrial Averange hingga mencapai tiga digit menjadi penekan harga emas pada penutupan perdagangan.

Pelaku pasar berlomba untuk mengalihkan portofolio investasi ke pasar saham dari logam mulia yang menjadi instrumen safe haven.

Selama ini emas memang dipandang sebagai instrumen penyelamat investasi di saat saham mengalami penurunan.

“Harga emas kemungkinan besar akan terus mengalami tekanan jelang libur nanti,” jelas Kepala Analis CMC Markets, Colin Cieszynski.

Pelaku pasar saat ini sedang menimbang apakah masih tetap menaruh investasi di logam mulai atau mulai mengalihkan investasinya ke instrumen lainnya.

Harga emas terlihat tertekan sesaat setelah Bank Sentral Amerika Serikat memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan pada akhir tahun ini.

Kenaikan bunga yang pertamakalinya sejak sembilan tahun terakhir.

Kenaikan tersebut membuat pelaku pasar menjual kepemilikan emasnya sehingga harga emas jika diihitung sejak awal tahun telah turun hampir sepuluh persen.

Kenaikan harga emas sangat memberikan tekanan kepada komoditas terutama emas karena logam mulai tersebut tidak memberikan keuntungan bunga.

Keuntungan yang diperoleh dari logam mulia tersebut hanya kenaikan harga saja

Komentar