Emas Lokal dan Global Alami Kenaikan

Penulis: Darmansyah

Rabu, 5 Juli 2017 | 14:05 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas PT Aneka Tambang Tbk atau Antam atau emas Antam, hari ini, Rabu, 05 Juli,  naik Rp 3.000 menjadi Rp 584 ribu per gram

Pada perdagangan kemarin, harga emas Antam berada di posisi Rp 581 ribu per gram.

Adapun, harga pembelian kembali atau buyback juga melonjak Rp 5.000 menjadi Rp 525 ribu per gram.

Itu artinya jika Anda ingin menjual emas, Antam akan menghargainya Rp 525 ribu per gram.

Adapun pembayaran buyback dengan volume di atas satu kilogram akan  dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu kepada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai satu gram hingga 500 gram.

Sementara itu, harga emas global terutama di Comex Exchange Mercantil, New York, hari ini, mengalami kenaikan bersamaan dengan isu peluncuran rudal oleh Korea Utara.

Harga emas mampu bangkit dari posisi terendah dalam tujuh pekan pada perdagangan Selasa.

Seperti ditulis  Reuters, Rabu pagi WIB, harga emas di pasar spot naik

Sementara harga emas berjangka naik juga .

Korea Utara kembali melakukan uji rudal misil.

Melalui media pemerintah, Korea Utara mengonfirmasi telah sukses melakukan uji coba misil jarak jauh lintas benua atas perintah Kim Jong-un, pada Selasa 4 Juli 2017.

Uji coba ICBM yang dilaksanakan pada Selasa pagi waktu setempat itu mencapai ketinggian hingga melebihi dua ribu lima ratus kilometer, menurut laporan Kementerian Pertahanan Jepang.

Misil itu diluncurkan dari Paghyon, Provinsi Pyongan Utara, dan terbang selama empat puluh menit sejauh seribu kilometer ke Laut Jepang.

Misil itu kemudian jatuh di perairan Zona Ekonomi Eksklusif  Nippon yang kira-kira berjarak dua ratus nautikal mil dari garis pantai.

Peluncuran rudal ini dilakukan beberapa hari sebelum para pemimpin dunia yang tergabung daam kelompok G20 melakukan pertemuan untuk membahas langkah-langkah pengendalian program senjata Pyongyang.

Di saat ada ketegangan politik seperti ini, harga emas pun diuntungkan. Emas akan menjadi pilihan para pelaku pasar sebagai instrumen safe haven.

Para pelaku pasar cenderung menjual kepemilikan akan aset-aset yang berisiko.

“Pasar beralih ke emas karena konflik di Korea Utara,” kata analis senior Danske Bank Jens Pardersen.

“Namun harga emas tidak langsung terdorong tinggi karena konflik ini sudah berlangsung cukup lama,” tambah dia.

Pada perdagangan sehari sebelumnya atau pada Senin kemarin, harga emas menyentuh level terendah sejak Mei.

Pelemahan harga emas memang terjadi sejak Bank Sentral Amerika Serikat atau the Federal Reserve mengumumkan kenaikan suku bunga acuan.

Dalam enam bulan terakhir ini, harga emas memang sempat menguat cukup tajam pada tiga bulan pertama atau pada kuartal I.

Namun kemudian pada kuartal II harga emas terombang-ambing dan akhirnya tertekan di tengah Juni.

Komentar