Emas Lokal dan Dunia Kembali Tersungkur

Penulis: Darmansyah

Selasa, 8 November 2016 | 10:11 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas global, hari ini, Selasa, 08 November 2016, bersamaan dengan pemilihan presiden Amerika Serikat,  kembali tergelincir dan berdampak pada harga emas di PT Aneka Tambang Tbk, yang  tercatat turun Rp2.000 per gram dibandingkan pada Senin 07 November 2016.

Berdasarkan yang dirilis  Antam, untuk pembelian di kantor Pulogadung, emas dibanderol seharga Rp 603 ribu per gram, atau turun dari Senin lalu sebesar Rp 605 ribu per gram.

Sementara itu, untuk pembelian kembali, atau buyback tercatat turun Rp1.000 per gram. Antam menetapkan harga sebesar Rp535 ribu per gram atau turun dari Senin lalu sebesar Rp536 ribu per gram.

Untuk transaksi pembelian emas langsung di kantor Antam Pulogadung, setiap harinya dibatasi 150 antrean. Hari ini, untuk ukuran emas 50 gram, dan 250 gram tidak tersedia.

Di pasar global, terutama Comex Exchange New York, harga emas turun tajam sehari menjelang  pemilihan presiden Amerika Serikat

Emas meredup setelah FBI mengatakan tak menemukan bukti baru terhadap kandidat dari Demokrat Hillary Clinton terkait masalah penggunaan email pribadinya.

Seperti ditulis laman situs  Wall Street Journal, Selasa pagi WIB, harga emas untuk pengiriman Desember ditutup turun mendekati angka dua persen  di divisi Comex New York Mercantile Exchange.

Ini menjadi penurunan terbesar selama satu hari sejak 4 Oktober.

Harga emas sempat reli di akhir pekan lalu seiring menguatnya peluang kemenangan kandidat dari Partai Republik Donald Trump terhadap Clinton dalam jajak pendapat.

Namun setelah FBI mengatakan tidak menemukan bukti baru untuk mendukung tuduhan terhadap Clinton setelah penyelidikan lain dalam penggunaan email pribadinya, pasar saham dan dolar AS menguat, sementara aset safe-haven jatuh.

Penurunan harga emas terhapus sebagian besar keuntungan dari minggu sebelumnya.

“FBI melemparkan kunci terhadap banyak hal,” kata Ira Epstein, Ahli Strategi Grup Linn.

Penguatan greenback biasanya membuat harga emas bearish, karena logam mulia ini menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Sebagian besar indeks saham AS melonjak mencerminkan pasar  yang lebih percaya diri dan mendorong berkurangnya permintaan untuk aset seperti emas.

“Beberapa ketidakpastian datang dari pasar. Investor mengambil sikap risiko-on,” kata James Steel, Kepala Analis Logam Mulia HSBC.

Banyak investor percaya bahwa kemenangan Clinton akan mendukung dolar dan kenaikan suku bunga pada bulan Desember, yang keduanya akan mempengaruhi harga emas.

Pasar kembali mengambil keuntungan sebagian pergerakan positif emas pada minggu lalu setelah FBI mengumumkan pada hari Minggu bahwa mereka telah membersihkan nama calon presiden Hilary Clinton, terkait kasus email yang terungkap.

“Berdasarkan review kami, kami tidak melihat kesalahan pada kasus email,” tulis Direktur FBI Comey.

Pasar saham AS dan dolar menyambut berita baik tersebut dengan membuat risk appetite baru.

Siapa pun yang akan menjadi Presiden Amerika Serikat berikutnya tidak akan membuat utang nasional  akan berkurang.

Mantan Ketua the Fed, Alan Greenspan memperingatkan bahwa AS berada di “tahap awal inflasi”.

Imbal hasil bagi Treasury 10-tahun akan meningkat secara dramatis dalam beberapa tahun ke depan.

“Saya pikir di daerah 3 sampai 4, atau 5 persen,” kata Greenspan. Bayangkan implikasi untuk biaya hutang!

Dalam waktu bersamaan pula dilaporkan, cadangan emas China naik pada akhir Oktober

China merupakan negara ekonomi terbesar kedua di dunia dan berada dalam peringkat kelima untuk cadangan emas setelah Amerika Serikat, Jerman, Italia dan Perancis.

Komentar