Emas Kembali Mendapat Tekanan Hebat

Penulis: Darmansyah

Kamis, 29 Maret 2018 | 07:48 WIB

Dibaca: 0 kali

Setelah menagalmi tekanan berat sehari sebelumnya, hari ini, Kamis, 29 Maret, harga emas kembali terjungkal pada pertengahan perdagangan di Comec Exchange Mercantil, New York.

Tekanan terhadap harga emas ini berasal dari penguatan indeks dolar Amerika Serikat  dan aksi jual investor.

Seperti ditulis laman “bloomberg,” pagi Kamis WIB, harga emas berjangka untuk pengiriman April turun  sebesar lima belas dollar lebih.

Sementara itu, bursa saham global sebagian besar tertekan usai indeks saham acuan di Amerika Serikat atau wall street tertekan.

Akan tetapi, pelemahan indeks saham di AS relatif tertahan.

Hal itu dinilai dapat menjadi sentimen positif untuk pergerakan harga emas dan perak dalam jangka panjang.

Selain itu  laman Kitco, pada hari yang sama menulis,  pasar juga dipengaruhi rilis data ekonomi AS. Produk domestik bruto  atau PDB AS tercatat naik menjadi  hampir tiga persen, persisnya dua koma sembilan persen.

Diperkirakan PDB AS tumbuh dua koma tujuh  persen.

Para ekonom optimistis pertumbuhan ekonomi AS di atas tiga persen pada  tahun ini.

Hal ini didorong pemangkasan pajak perusahaan di AS sehingga perkuat ekonomi.

“Pasar dipengaruhi indeks dolar bergerak lebih tinggi. Indeks dolar AS cenderung volatile baru-baru ini tetapi tren jangka pendek tertekan. Sementara itu, harga minyak mentah Nymex tergelincir karena aksi ambil untung,” ujar Analis Kitco Jim Wycoff.

Ia menambahkan, secara teknis harga emas berjangka untuk pengiriman April sedikit unggul dalam jangka pendek.

Target kenaikan harga emas dapat terjadi dengan level resistance menembus USD 1.356 per ounce.

Sedangkan target penurunan harga emas dapat terjadi jika berada di bawah USD 1.300. Jadi level resistance harga emas di kisaran USD 1.330 dan kemudian USD 1.335.

Sebelumnyam harga emas jatuh usai mencapai level tertinggi dalam enam pekan terpicu penguatan Dolar Amerika Serikat dan peningkatan risiko di pasar keuangan global.

Meski demikian logam mulia masih memiliki penopang yakni serangkaian ketegangan geopolitik di beberapa negara.

Dolar AS tercatat menguat terhadap mata uang lainnya. Ini memunculkan risiko pasar yangn mengurangi minat investor terhadap mata uang utama ini.

Maklum, Dolar yang lebih kuat membuat emas menjadi lebih mahal.

Sebelumnya pasar saham melonjak menanggapi laporan jika AS dan China bernegosiasi untuk mencegah perang dagang, merusak daya tarik emas sebagai tempat berlindung yang aman.

“Akan ada beberapa bulan pembicaraan sebelum adanya ketidakpastian di sekitar situasi perdagangan global dapat terhapus. Dan sementara itu, emas terkadang akan menguntungkan,” kata Simona Gambarini, Ekonom Komoditas di Capital Economics.

Hal yang mempengaruhi pasar emas lainnya datang dari kondisi geopolitik.

Salah satunya dari Rusia, yang mengatakan akan mengambil langkah balasan terkait keputusan AS untuk mengusir enam puluh diplomat negaranya dengan tuduhan mata-mata.

Pelaku pasar juga masih melihat soal perkembangan kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Sentral AS.

Suku bunga yang lebih tinggi memang akan membuat emas menjadi investasi yang kurang menarik.

Adapun harga perak juga  tercatat turun nol koma tujuh persen setelah mencapai level tertinggi dalam tiga minggu

Kemarin, Rabu, 28 Maret, harga emas dunia jugai terkulai oleh penguatan dollar.

Kejatuhan harga emas ini merupakan  yang terburuk usai mencapai level tertinggi dalam rnam minggu

Meski demikian logam mulia masih memiliki penopang yakni serangkaian ketegangan geopolitik di beberapa negara.

Harga emas di pasar spot turun nol koma tujuh persen per ounce.

Harga ini merupakan yang terburuk usai menyentuh posisi tertinggi sejak pertengahan Februari lalu.

Dolar AS tercatat menguat terhadap mata uang lainnya. Ini memunculkan risiko pasar yangn mengurangi minat investor terhadap mata uang utama ini.

Maklum, dolar yang lebih kuat membuat emas menjadi lebih mahal.

Sebelumnya pasar saham melonjak menanggapi laporan jika AS dan China bernegosiasi untuk mencegah perang dagang, merusak daya tarik emas sebagai tempat berlindung yang aman.

“Akan ada beberapa bulan pembicaraan sebelum adanya ketidakpastian di sekitar situasi perdagangan global dapat terhapus. Dan sementara itu, emas terkadang akan menguntungkan,” kata Simona Gambarini, Ekonom Komoditas di Capital Economics.

Hal yang mempengaruhi pasar emas lainnya datang dari kondisi geopolitik.

Komentar