Emas Hari Ini Terpelanting Kuatnya Dollar

Penulis: Darmansyah

Kamis, 25 Oktober 2018 | 08:59 WIB

Dibaca: 1 kali

Sehari setelah mengalami masa euphoria lewat kenaikan tinggi, hari ini, Kamis, 25 Oktober, harga emas kembali terpelanting ke tingkat harga terendah bersamaan dengan penguatan dollar

“Harga emas melemah seiring dolar Amerika Serikat menguat. Hal itu terjadi usai alami penguatan ke level tertinggi dalam tiga bulan,” tulis laman keuangan terkenal “Bloomberg,” pagi ini, Kamis WIB..

Harga emas untuk pengiriman Desember turun setengah persen ke posisi

Harga emas pada perdagangan sehari sebelumnya naik satu. Sementara itu, harga perak merosot

Dalam perdagangan elektroik, harga emas berjangka melemah  usai laporan the Federal Beige Book terbaru.

Dari laporan itu menunjukkan upah dan harga bergerak lebih tinggi di dua belas distrik the Fed hingga pertengahan Oktober.

“Jadi emas dan perak diuntungkan dari gelombang kecemasan terbaru di pasar saham karena dana safe haven mulai mengalir ke logam mulia,” ujar Analis Zaner Preciuous Metals, seperti dikutip dari laman Marketwatch.

Dalam laporan disebut, dolar AS melemah membantu harga emas dan perak pada perdagangan sebelumnya.

Namun, berbalik arah sehingga dolar AS menguat dan bersiap untuk posisi tertingginya. Indeks dolar AS naik setengah persen

Selama sepekan, indeks dolar AS sudah menguat nol koma delapan persen.

Sebelumnya pada perdagangan Selasa, investor beralih ke emas usai indeks saham Shanghai turun dua koma tiga persen. Indeks saham Shanghai menguat pada Rabu sedangkan indeks saham AS melemah.

Analis menilai, harga emas tidak banyak reli pada pekan ini meski dibayangi kecemasan dari Arab Saudi dan prospek memburuknya ketegangan AS dan Rusia.

“Kami tidak berpikir masalah itu dapat mendorong emas periode tertentu,” tulis analis.

Sedangkan analis Zaner Precious Metals menilai belum tentu ada pembeli baru untuk emas.

Namun, pelaku pasar cenderung ambil posisi jangka pendek seiring berkurangnya volume perdagangan.

Sehari sebelumnya, harga emas melonjak mencapai penaikan tertinggi untuk satu harinya.

Seperti ditulis laman keuangan terkenal “Bloomberg,” pagi ini, Rabu WIB, harga emas mengalami kenaikan satu  persen

Harga ini merupakan level tertinggi selama tiga bulan terakhir.

Menurut “Bloomberg,” pendorong kenaikan harga emas adalah pelemahan dolar Amerika Serikat  dan kejatuhan pasar saham.

Paladium melonjak ke rekor tertinggi dan membawa logam mulia tersebut memperlebar jarak dengan harga emas setelah terjadi lonjakan permintaan dari sektor otomotif di China.

Harga emas di pasar spot naik satu persen  per ounce di New York.

Sebelumnya harga emas di pasar spot ini sempat menyentuh level USD 1.239,68 per ounce yang merupakan level tertinggi sejak pertengahan Juli.

Sedangkan untuk harga emas berjangka AS naik nol koma sembilan persen menjadi USD 1.236 per ounce karena dibantu oleh pelemahan nilai tukar dolar AS.

“Aksi jual di pasar saham pada perdagangan Selasa mendorong pelemahan dolar AS sehingga mampu membantu harga emas,” jelas analis INTL FC Stone, Edward Meir.

Wall Street mengikuti penurunan di pasar saham Eropa dan Asia, tertekan oleh pendapatan perusahaan yang mengecewakan, krisis diplomatik Arab Saudi dan perselisihan keuangan Italia.

Komisi Eropa menolak rancangan anggaran depan Italia karena dianggao melanggar peraturan Uni Eropa tentang belanja publik.

Sementara itu, harga paladium naik lebih tinggi, satu koma delapan persen

Selisih atau disparitas dengan harga emas mencapai sekitar seratus dollar

Logam mulia ini digunakan terutama dalam pengurangan emisi autocatalysts untuk kendaraan.

Harga paladium telah naik sekitar tujuh persen sepanjang tahun ini.

Kombinasi faktor persediaan yang ketat dan defisit besar hingga permintaan bangkit kembali dari investor spekulatif sehingga membuat harga logam mulia ini melonjak.

Kemarin harga emas sempat ambruk bersamaan makin perkasanya  dollar di berbagai pusat keuangan dunia.

Akibat tekanan dollar ini emas gagal  menembus  level teknis utamanya.

Seperti ditulis laman keuangan terkenal “bloomberg,” pagi ini, Selasa,  harga emas di pasar spot turun nol koma tiga persen per ounces, setelah menembus level tertinggi dalam dua setengah bulan pada pekan lalu

Selain itu harga emas berjangka AS  juga turun pada presentase yang  sama nol koma tiga  persen

“Kekuatan dolar dan ketidakmampuan pasar emas untuk berdagang di atas rata-rata pergerakan seratus hari  telah memberi kesan bahwa emas tidak memiliki kesempatan untuk rally,” kata Walter Pehowich dari Dillon Gage Metals.

Nilai tukar dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama, menghambat permintaan emas, yang dihargai dalam mata uang AS, sementara Wall Street gagal memanfaatkan kenaikan di pasar saham Eropa dan Asia.

“Prospek fundamental untuk emas masih tampak sedikit suram meskipun pemulihan baru-baru ini, jadi saya tidak akan terkejut jika kenaikan harga emas terputus dari sini,” kata Fawad Razaqzada, analis Forex.com.

Komentar