Emas Global Turun, Antam Stagnan

Penulis: Darmansyah

Kamis, 3 September 2015 | 10:36 WIB

Dibaca: 0 kali

Bersamaan dengan melemahnya tipisnya harga emas global, emas yang diperdagangkan PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, mengalami stagnan di posisi Rp 560.000 per gram pada hari ini, Kamis, 03 September 2015.

Tidak hanya harga jual, harga beli kembali atau dikenal dengan sebutan “buyback” logam mulia Antam juga tak berubah. Tetap di level Rp 500 ribu per gram. Artinya, jika Anda menjual emas yang dimiliki maka Antam akan membelinya di harga Rp 500 ribu per gram.

Antam tetap menjual ukuran emas dalam berbagai ukuran, mulai dari satu gram hingga 500 gram.

Menjelang siang, sebagian besar ukuran emas Antam masih tersedia. Hanya ukuran 250 gram dan 500 gram yang telah habis terjual.

Di pasar global, emas kembali terkonsolidasi dengan mengambil pergerakan sembari menunggu sinyal yang kuat dari pasar.

Bersamaan dengan itu, ECB akan mengumumkan kebijakan moneter pada hari ini Kamis dan data pekerjaan AS yang keluar pada hari Jumat akan menjadi penentu pergerakan pada akhir pekan ini.

Hari ini, emas kembali berada di bawah tekanan tambahan karena investor beralih ke pasar saham.
Saham AS diperdagangkan dengan bergerak lebih tinggi pada sesi sebelumnya, sementara Index FTSE 100 yang mengukur pasar saham Inggris meningkat.

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun Rabu waktu setempat atau Kamis WIB, seiring dengan menguatnya dollar AS dan investor yang kembali beralih ke pasar saham.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember kehilangan enam dollar lebih dan menjadikan harga emas di posisi di 1.133,60 dolar AS per ounce.

Bloomberg News menyebutkan, laporan swasta yang menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS juga menambah spekulasi bahwa Federal Reserve semakin dekat untuk menaikkan suku bunganya.

Emas juga berada di bawah tekanan tambahan karena para investor beralih ke pasar saham. Saham AS diperdagangkan lebih tinggi pada sesi pagi Rabu

ECB secara luas diperkirakan akan mempertahankan dan bahkan mungkin mengintensifkan kebijakan uang mudah.

Enam bulan setelah memulai QE, zona Eropa masih terus berjuang untuk memperoleh pertumbuhan ekonomi ditengah tekanan disinflasi yang masih mengkhawatirkan.

Dalam beberapa bulan terakhir, Presiden ECB Draghi mengatakan bahwa program pembelian obligasi harus dilaksanakan sepenuhnya.

Menariknya bahwa ekspektasi inflasi terkikis cukup dramatis sejak awal Juli. Sekarang, Draghi berpotensi akan mengumumkan perluasan program.

Jika hal tersebut dikonfirmasi maka akan membuat lebih sulit bagi The Fed untuk memulai kampanye pengetatan keuangan, mengingat bahwa masih banyak negara masih berada dalam tekanan pertumbuhan.

Meskipun demikian, laporan pekerjaan AS pada hari Jumat akan menjadi bukti bahwa kenaikan suku bunga dapat dilakukan oleh the Fed.

Meskipun terjadi penurunan penjualan koin emas secara bulanan karena volatilitas di pasar logam, US Mint kembali membukukan penjualan koin yang solid pada bulan Agustus.

Menurut data terbaru pada website mint, terjadi penjualan koin emas American Eagle pada bulan lalu, turun dari penjualan pada bulan Juli.

Komentar