Emas Global Terkulai Oleh Penguatan Dollar

Penulis: Darmansyah

Kamis, 24 Mei 2018 | 08:27 WIB

Dibaca: 1 kali

Hari ini, Kamis, 24 Mei, harga emas global, terutama, yang diperdagangkan di Comex Merchantil New York, kembali terkulai diterjang rilis data  ekonomi Amerika Serikat yang bergerak positif.

Data itu  membantu mengangkat dolar AS ketingkat lebih baik.

Selain itu, investor masih  mempertimbangkan kekhawatiran atas nasib negosiasi nuklir dengan Korea Utara.

Harga emas untuk pengiriman Juni turun  nol koma dua persen  per ounce.

Harga emas tersebut berada di atas posisi terendah sepanjang tahun ini

Sebelumnya secara intraday harga emas sempat sentuh level terendah USD 1.281,20 pada awal pekan ini.

Dalam perdagangan elektronik, harga emas berjangka diperdagangkan lebih tinggi harganya.

Kenaikan harga emas itu usai rilis hasil rapat bank sentral AS atau the Federal Reserve seperti yang diharapkan.

Hasil rapat itu menunjukkan kemungkinan suku bunga naik pada Juni. Harapan pelaku pasar mencapai sembilan puluh persen untuk bank sentral AS akan menaikkan suku bunga.

Data ekonomi AS yang dirilis juga positif.

Ini ditunjukkan dari aktivitas manufaktur AS yang naik pada Mei. Layanan IMI market flash naik menjadi lima puluh lima koma tujuh pada Mei dari posisi April di kisaran lima puluh empat koma enam

Sementara itu, IHSG markit flash manufacturing PMI naik hingga lima puluh enam koma enam pada Mei.

Penjualan rumah baru di AS pada April mencapai enam ratus enam puluh dua  ribu. Penjualan rumah itu turun  satu setengah  persen pada Maret meski sebelas koma enam persen lebih tinggi dari tahun lalu.

Dengan kondisi itu, indeks dolar AS pun menguat nol koma enam persen. Penguatan dolar AS mempengaruhi harga emas. Imbal hasil obligasi bertenor sepuluh tahun turun lima koma satu basis poin menjadi tiga  persen.

“Untuk harga emas kembali ke posisi di atas USD 1.300 itu membutuhkan kenaikan dolar AS untuk berhenti. Idealnya pasar saham juga.”

“Saya tidak yakin apakah harga emas mencapai level terendah pada 2018. Akan tetapi, saya belum tahu pasti indikasi secara teknikal,” ujar Analis Forex.com, Fawad Razaqzada, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Kamis pagi WIB.

Sementara itu pasar saham AS atau Wall Street bervariasi pada perdagangan Rabu waktu setempat. Sedangkan bursa saham Eropa dan Asia melemah.

Sentimen telah berubah di pasar saham global karena berbagai alasan antara lain aksi jual jual berkelanjutan untuk aset Italia. Ini terjadi di tengah pergolakan politik di Italia.

“Donald Trump juga meragukan KTT Korea Utara-AS pada Juni,” kata Razaqzada.

Sebelumnya Trump mengatakan ada kesempatan besar pertemuan bersejarah antara dia dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tidak akan terjadi pada Juni.

Kecuali Pyongyang memenuhi persyaratan tertentu. Secara terpisah, Trump menuturkan, dirinya tidak puas dengan pembicaraan perdagangan terakhir dengan China.

Tanda-tanda ketegangan mereda antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu memacu pergerakan risiko di pasar keuangan pada awal pekan ini dengan saham menguat dan aksi jual di obligasi.

Adapun pergerakan harga logam lainnya dengan harga perak turun satu Harga tembaga susut dua persen

Sedangkan harga platinum susut nol koma sembilan persen.

Komentar