Emas Global Terhempas, Lokal Stagnan

Penulis: Darmansyah

Kamis, 31 Desember 2015 | 10:37 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas global, hari ini, Kamis, 31 Desember 2015, persis di ujung tanggal penutupan tahun, terjungkal lagi bersamaan dengan makin perkasanya nilai tukar dollar semenjak kenaikan suku bunga The Federal Reserve di pertengahan bulan Desember.

Kejatuhan harga emas global ini tidak merembet ke pasar domestik, terutama emas yang diperdagangkan PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam. Hingga perdagangan hari ini, emas Antam tetap berada di posisi Rp 545.000 per gram
Harga ini sudah bertahan selama dua pekan terakhir.

Dari New York, terutama divisi COMEX New York Mercantile Exchange, harga emas diberitakan jatuh pada Rabu waktu setempat atau Kamis pagi WIB karena dipicu penguatan dolar Amerika Serikat.

Dilansir dari Xinhua, Kamis pagi WIB, kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari turun hampir satu persen.

Analis berpendapat indeks dolar AS menambah tekanan ke emas. Indeks adalah ukuran dari dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik, emas berjangka akan jatuh.

Sebab, emas yang harganya dipatok dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor. Hal ini membuat investor meninggalkan emas.

Harga minyak jenis West Texas Intermediate juga turun.

Analis mengatakan pergerakan harga emas sering mengikuti minyak karena investor melihat untuk lindung nilai taruhan mereka terhadap inflasi dengan memantau fluktuasi harga minyak.

Sementara data ekonomi AS yang dirilis Rabu menunjukkan, laporan penjualan rumah tertunda menurun satu persen persen menjadi pada November, menurut National Association of Realtors.

Tren penurunan masih membayangi harga emas secara jangka panjang merespons rencana Bank Sentral AS atau The Fed yang akan menaikkan suku bunga pada bulan Desember, meski ada harapan untuk penundaan kenaikan suku bunga hingga 2016.

Peningkatan suku bunga Fed mendorong investor menjauh dari emas dan menuju aset yang menawarkan suku bunga tinggi.
Sampai pertemuan FOMC Desember, belum ada peningkatan suku bunga The Fed sejak Juni 2006, sebelum awal krisis keuangan Amerika.

Sementara itu dalam perdagangan di tingkat lokal harga emas yang dijual PT Aneka Tambang Tbk atau Antam masih tak bergerak dari Rp 545 ribu per gram

Sementara harga pembelian kembali (buyback) emas Antam justru naik Rp 1.000 menjadi Rp 470 ribu per gram.

Harga pembelian kembali ini artinya jika Anda menjual emas yang dimiliki, maka Antam akan membelinya di harga Rp 470 ribu per gram.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram. Hingga pukul 08.18, ukuran 10 gram dan 5 gram yang ludes terjual.

Mengingat tingginya animo masyarakat, transaksi pembelian emas batangan yang datang langsung ke Antam dibatasi hingga maksimal 150 nomor antrean per hari.

Komentar