Emas Global Tergelincir dan Dollar Menguat

Penulis: Darmansyah

Rabu, 7 Februari 2018 | 08:13 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga eams di Comex Merchantil Exchange, New York, hari ini, Rabu, 07 Februari, tergelincir sebesar satu persen karena investor fokus pada ekspektasi suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat.

Penurunan harga emas ini merupakan yang terendah dalam hampir tiga

Seperti ditulis laman “bloomberg,” pagi ini Rabu,  harga emas di pasar spot turun  dan  menghapus kenaikan setengah  persen pada perdagangan Senin.

Untuk  harga emas berjangka  terutama  pengiriman April  juga turun hingga tujuh dolar  per ounce.

“Harga emas tertekan karena adanya ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi pada tahun ini,” jelas analis Dillon Gage Metals, Walter Pehowich.

Kenaikan suku bunga acuan AS akan mendorong kenaikan inbal hasil obligasi dan menakan harga emas. Alasannya, emas hanya memberikan keuntungan di kenaikan harga saja.

Sedangkan obligasi selain memberikan keuntungan di kenaikan harga juga memberikan keuntungan bunga.

Dengan kenaikan suku bunga acuan AS maka emas harus berjuang melawan obligasi dan seperti biasanya investor akan memilih obligasi.

Pada perdagangan kemarin harga emas sempat  menguat  karena terpicu anjloknya pasar saham yang mendorong kenaikan logam mulia.

Kenaikan terjadi usai harga emas susut menuju penurunan terbesar satu hari dalam dua bulan di sesi sebelumnya.

“Emas akan mulai diperhatikan sebagai lindung nilai saat inflasi lebih dari sebelumnya, karena pasar saham nampaknya tidakhanya dalam aksi jual, tapi kemungkinan mengambil keuntungan,” kata George Gero, Managing Director RBC Wealth Management di New York.

Bursa saham AS memperpanjang aksi jual mereka setelah mencapai penurunan pada Jumat, dipicu imbal hasil obligasi dan prospek kenaikan inflasi.

Sebelumnya, selam dua pekan harga emas sempat  reli ke level tertinggi dalam setahun.

Hal itu didorong komentar pejabat Amerika Serikat  soal dolar AS yang tertekan.

Sentimen itu juga membuat dolar AS berada ke level terendah dalam tiga tahun dan aksi beli terjadi untuk emas

Harga emas menguat usai Menteri Keuangan AS Steven Munchin menuturkan, dolar AS tertekan positif untuk perdagangan AS.

“Sejumlah sentimen membantu penguatan harga emas. Mendominasi sentimennya dari dolar AS yang tertekan,” ujar Trey Reik, Senior Portfolio Manager Sprott Asset Management, seperti dikutip dari laman Marketwatc.

Sementara itu, Fawad Razaqzada, Analis Teknikal Forex.com menyatakan, pernyataan menteri keuangan AS juga mengharapkan pertumbuhan ekonomi AS. Ini dapat dukung dolar AS dalam jangka panjang.

“Jika ia benar, dolar AS dapat kembali menguat,” ujar dia.

Ia prediksi dolar AS dapat kembali menguat usai pemerintah AS kembali mendapatkan dana setelah 8 Februari

Sebelumnya, harga emas naik pada perdagangan Selasa karena pelemahan nilai tukar dolar AS. Mata uang Amerika Serikat ini jatuh ke posisi terendah dalam tiga tahun.

Namun, berakhirnya ketidakpastian yang diciptakan oleh penutupan pemerintahan AS selama tiga hari membatasi penguatan harga emas.

“Kelanjutan pelemahan pada dolar AS memberikan dukungan kepada harga komoditas termask emas di seluruh perdagangan,” jelas analis High Ridge Futures di Chicago, David Meger.

Komentar