close
Nuganomics

Emas Global Naik Tipis, Lokal Melempem

Harga emas kembali di pasar global hari ini, Selasa, 17 Mei 2016, kembali  naik ke harga  di awal perdagangan New York karena masih didukung oleh kekhawatiran pertumbuhan yang meningkat.

Namun, aksi jual di pasar berjangka emas London kembali mendorong logam emas kembali turun ke harga semula.

Kenaikan harga emas ini  seiring dolar Amerika Serikat  cenderung bergerak mendatar pada awal pekan ini.

Hal itu membuat harga logam menjadi menarik.

Selain itu, pada pekan lalu, harga emas mencatatkan penurunan pertama kali secara mingguan. Data ritel penjualan menguat secara bulanan mendorong harapan kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat suku bunga the Fed.

Sentimen itu juga menekan harga emas dan dolar AS.

“Harapan masih jauh lebih rendah untuk setiap reaksi terhadap kenaikan suku bunga bank sentral AS. Meski pun data ritel penjualan pada Jumat pekan lalu menguat,” tutur Naeem Aslam Analis ThinkForex seperti dikutip dari laman Marketwatch, Selasa

Ia menuturkan, kredibilitas bank sentral merupakan fokus pelaku pasar.

Kini bank sentral Eropa dan Jepang konsisten berupaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Hal itu mengingat realisasi target yang masih jauh. Sedangkan keputusan bank sentral dapat mempengaruhi harga emas.

Indeks dolar AS juga cenderung stabil.

Akan tetapi, dolar AS terhadap yen lebih tinggi.

Bursa saham AS pun menguat didorong sektor saham energi setelah Goldman Sachs berbalik optimistis terhadap harga minyak. Ada potensi pasokan minyak defisit.

“Hal ini menjadi masuk meski masih awal kalau para pelaku usaha mengantisipasi inflasi lebih tinggi lantaran harga energi menguat,” ujar Direktur Kitco Peter Hug.

Namun sisi lain, kenaikan suku bunga bank sentral AS dapat memberikan sentimen negatif untuk emas.

Hug menilai, kalau bank sentral AS akan hati-hati menaikka suku bunga mengingat target inflasi belum cukup untuk mendukung kenaikan suku bunga bank sentral

Data yang dirilis China melaporkan produksi industri dan penjualan ritelnya  pada bulan April  lebih lemah dari yang diperkirakan.

Data investasi juga berada dalam tekanan sehingga menyalakan kembali kekhawatiran bahwa ekonomi terbesar kedua di dunia mungkin sedang goyah.

Hal ini secara luas diakui bahwa perlambatan ekonomi di China akan memiliki implikasi global yang luas.

Tentu saja semua orang kemudian akan melihat kepada kebijakan PBoC agar memberikan akomodasi lanjutan.

Bank sentral mengatakan akan tetap “bijaksana” untuk menormalkan kondisi di pasar uang tetapi pasar berpikir bahwa PBoC tidak akan berhati-hati, melainkan akan menyediakan likuiditas tambahan jika diperlukan.

Berlainan dengan data NY Empire State Index untuk bulan Mei yang  tertekan sehingga memberikan daya apung tambahan untuk emas.

Devaluasi mata uang kemungkinan akan dilakukan oleh Tokyo ketika bank sentral untuk pertama kali menggunakan “helikopter money”.

Meskipun ada klaim dari Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda bahwa tindakan demikian adalah “tidak mungkin” di bawah hukum saat ini tetapi pasar masih berani bertaruh bahwa BoJ akan menjadi yang pertama untuk menggunakan kebijakan yang belum dipetakan.

Apakah emas telah menjadi pilihan investasi di masa perlambatan ekonomi ?

Investor yang bijak akan selalu memilih emas untuk mengamankan portofolio investasi.

Sementara itu harga emas  PT Aneka Tambang Tbk atau Antam tak bergerak pada perdagangan Selasa pekan ini.

Antam tetap menjual emasnya diharga  di Rp 586 ribu per gram pada perdagangan Selasa

Hal yang sama juga terjadi pada harga pembelian kembali atau buyback emas Antam. Pada Selasa ini, harga pembelian kembali emas Antam tetap di Rp 533 ribu per gram.

Artinya jika Anda hendak menjual emas Antam maka akan dihargai Rp 533 ribu per gram.

Pembayaran buyback dengan volume di atas satu kilogramkg akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu kepada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram. Hingga siang Selasa WIB sebagian besar ukuran emas Antam masih tersedia. Hanya ukuran 250 gram yang telah habis terjual.