Emas Global Naik dan Emas Lokal Turun

Penulis: Darmansyah

Rabu, 30 Mei 2018 | 11:03 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas dunia hari ini, Rabu, 30 Mei, kembali naik karena dipicu oleh politik di Italia.

Selain itu, kenaikan harga emas ini juga akibat  penguatan dolar Amerika yang memicu penjualan penjualan besar-besaran di pasar keuangan Eropa.

Seperti ditulis laman “Bloomberg,” pagi ini WIB, harga emas di pasar Spot naik sangat tipis nol koma satu persen per ounce.

Sebelumnya harga emas sempat mencapai posisi terendah dalam lima hari

Pasar emas antara lain dipengaruhi kondisi politik di Italia. Para investor  khawatir dengan berlangsungnya pemilihan yang berulang, yang dapat kembali terjadi secepatnya usai Agustus.

Kondisi ini bisa membuat quasi-referendum peran Italia di Uni Eropa. Dan ini memperkuat zona euro di negara tersebut lebih jauh.

Emas, dilihat sebagai tempat berlindung yang aman, sering mendapat keuntungan dari kekacauan politik di satu negara.

Demikian pula, kondisi politik Italia mendorong dolar menguat ke posisi tertinggi dalam sepuluh bulan terhadap Euro, membuat emas dengan harga dolar lebih mahal bagi investor non-AS.

“Pasar mendekati peristiwa risk-off besar-besaran,” kata Shree Kargutkar, Wakil Presiden dan Manajer Portofolio Sprott Asset Management.

Dia mengatakan, pedagang mulai memburu dolar AS versus euro, sterling, serta mata uang (emerging market) lainnya. Ini yang menjelaskan sebab Dolar AS menguat.

Emas dinilai berada di posisi sangat baik ketika diukur dengan berbagai mata uang utama dan terus mempertahankan uptrend terhadap dolar AS.

“Imbal hasil obligasi Italia jangka pendek, ukuran risiko politik, melambung ke posisi tertinggi sejak akhir lima tahun silam. Ini menjadi langkah terbesar selama  dua puluh enam tahun,” jelas dia.

Menambah ketidakpastian di Eropa, Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy akan menghadapi mosi percaya pada hari Jumat.

Di tempat lain, pasar menunggu data inflasi AS karena ini merupakan pekan yang bisa memberikan petunjuk terkait kenaikan suku bunga di masa depan menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve pada Juni.

Sebelumnya harga emas sudah jatuh pada perdagangan Senin karena penguatan dolar AS.

Selain itu, sinyal dari Presiden AS Donald Trump untuk membuka kembali rencana pertemuan dengan Pimpinan Korea Utara  Kim Jong Un pada bulan depan menurunkan ketegangan geopolitik.

Seperti ditulis Reuters, Selasa kemafrin, dolar AS menguat ke level tertinggi pada tahun ini dan menekan harga emas sehingga membuat harga emas lebih mahal bagi mereka yang bertransaksi menggunakan mata uang di luar dolar AS.

Volume perdagangan pada Selasa cukup rendah karena pasar AS dan Inggris tutup libur nasional. Harga emas telah menemmbus angka di bawah USD 1.300 per ounce sejak akhir pekan lalu.

“Dolar AS melonjak sedikit dan memberikan tekanan terhadap emas,” jelas analis TD Securities Bart Melek.

Pada pekan lalu, Presiden Trump mengatakan bahwa ia akan menarik diri dari pertemuan dengan Korut sehingga mendorong harga emas hingga ke atas USD 1.300 per ounce.

Namun dengan adanya sinyal terbaru dari Trump bahwa dirinya kemungkinan akan bertemu dengan Kim Jong Un membuat ketegangan geopolitik mereda sehingga menekan harga emas.

Emas selama ini memang digunakan sebagai instrumen safe haven yaitu instrumen untuk berlindung di saat ketidakpastian.

Sementara itu harga emas lokal yang diperdagangkan PT Aneka Tambang Tbk atau Antam,  mengalami penurunan sebesar Rp 2.000 per gram.

Pada perdagangan Senin kemarin, harga emas Antam sebesar Rp 656 ribu per gram.

Namun untuk harga pembelian kembali atau buyback emas Antam turun Rp 3.000 menjadi Rp 585 ribu per gram.

Harga buyback ini adalah jika Anda menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 585 ribu per gram.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram. Hingga pukul 08.21 WIB, sebagian besar ukuran emas Antam sudah tak tersedia.

Harga emas Antam ini berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Untuk harga emas antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

Komentar