Emas Global Menuju Harga Tertinggi

Penulis: Darmansyah

Kamis, 7 Januari 2016 | 08:47 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas global, Kamis pagi WIB, 07 Januari 2016, terangkat oleh kecamuk geopolitik yang berasal dari dua isu besar Asia, konflik Saudi-Iran dan ujicoba bom hidrogin Korea Utara, sehingga memunculkan prediksi ketidakstabilan dunia.

Isu ini menjadikan harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik pada perdagangan Rabu waktu setempat atau Kamis pagi WIB.

Ketidakstabilan geopolitik ini juga mendorong para investor beralih ke safe haven.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari ditutup naik lebih dari satu persen

Pengumuman mendadak keberhasilan uji coba bom hidrogen oleh Korea Utara dan berlanjutnya ketegangan di Timur Tengah antara Arab Saudi dengan Iran, mendorong para investor beralih ke emas yang dinilai sebagai aset safe haven.

Namun kenaikan tertahan oleh indeks dollar AS yang turun tipis.

Logam mulia dicegah naik lebih lanjut karena laporan yang dirilis oleh Automated Data Processing yang berbasis di AS menunjukkan optimisme untuk pasar pekerjaan AS.

Laporan ini menunjukkan ekspektasi untuk peningkatan pekerjaan, jauh lebih baik dari yang diharapkan.

Analis memperkirakan laporan pekerjaan yang kuat dapat memicu Federal Reserve AS untuk menaikkan suku bunga utamanya pada pertemuan FOMC Maret.

Kenaikan harga emas ini telah terjadi selama empat hari berturut-turut dengan melakukan reli ketika aksi jual

Lonjakan harga ini ini sudah melampui satu persen pada hari.

Emas mencapai harga tertinggi yang tercatat pada pertengahan November karena pasar saham di seluruh dunia tertekan.

Emas dipandang sebagai aset safe haven bagi investor ketika periode ketidakstabilan geopolitik terus meningkat.

Meeting minute Federal Reserve pertemuan Desember pada hari Kamis subuh terus dipantau investor untuk mencari indikasi lebih lanjut kebijakan pengetatan bank sentral AS.

Sebelumnya pada hari Rabu, wakil ketua Fed Stanley Fischer mengatakan bahwa diperkirakan suku bunga AS akan dinaikkan empat kali pada tahun 2016.

Pejabat Fed telah mencatat beberapa kali bahwa kebijakan moneter pada akhirnya akan tergantung pada data ekonomi.

Anggota FOMC menekankan potensi kebutuhan untuk mempercepat atau memperlambat laju normalisasi dengan harus melihat prospek ekonomi.

Pembuat kebijakan mengatakan laju pengetatan akan dilakukan secara bertahap dan kenaikan yang lebih tinggi akan mengekang daya tarik logam emas karena tidak memberikan keuntungan seperti investasi lainnya.

Dengan kenaikan ini, reuter,” Kamis, 07 Januari 2016, mencatat, harga emas mendekati posisi tertinggi dalam tujuh

Harga logam mulia ini telah menembus level grafik kunci di US$ 1.088 per ounce, menjadi pertanda emas kembali dipercaya usai mengalami rebound dua kali dari posisi US$ 1.045 pada bulan Desember, menurut para analis.

“Situasi geopolitik bersama sell-off global memicu langkah ini,” jelas Naeem Aslam, Kepala Analis Pasar Ava Trade.

Beberapa kondisi yang mendorong harga emas, mulai dari jatuhnya pasar saham dunia untuk hari kelima dipicu kekhawatiran tentang kondisi ekonomi China, di mana negara ini terlihat membiarkan yuan terus melemah.

“Beberapa keengganan risiko mendorong arus safe haven dan membantu emas,” kata analis Societe Generale Robin Bhar.

Dia mengatakan, saat ini investor melompat kembali dan mencari aset yang memberikan perlindungan nilai karena beberapa ketidakpastian atas kondisi global.

Harga emas turun sepuluh persen pada tahun lalu di tengah kekhawatiran tentang kebijakan kenaikan suku bunga AS.

The Fed menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade bulan lalu dan diperkirakan akan berlanjut di tahun ini.

Komentar