Emas Global Mengalami Stagnasi

Penulis: Darmansyah

Rabu, 8 April 2015 | 10:33 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas beringsut turun pada hari Rabu, 08 April 2015, seiring penguatan dolar Amerika Serikat dan kenaikan saham global. Lesunya harga emas ini juga ditopang isu ketidakpastian tentang waktu kenaikan suku bunga AS

Posisi harga emas masih beredar di atas US$ 1.200 per ounce selama tujuh minggu terakhir.

Harga emas sempat mencetak level tertinggi sejak 17 Februari di posisi US$ 1.224,10 per ounce, didukung melemahnya dolar AS setelah data nonfarm payrolls memicu ekspektasi bahwa Federal Reserve bisa menunda tingkat diantisipasi naik tahun ini.

“Bulls frustasi lagi untuk melihat aksi memudar. Momentum membeli sebagian besar dilihat sebagai kesempatan untuk menjual ke dalam,” kata Chief Eksekutif broker Sharp Pixley Ross Norman.

Dolar AS naik melawan sekeranjang mata uang lainnya, dibantu hasil treasury yang lebih tinggi.

Bursa saham di seluruh dunia juga maju sebagai investor pindah ke aset berisiko untuk hari kedua berturut-turut, membuat daya tarik emas sebagai asuransi terhadap risiko menjadi goyah.

Sebuah penguatan greenback membuat emas dalam denominasi dolar lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sementara pengembalian obligasi AS diawasi ketat oleh pasar emas, mengingat bahwa logam tidak membayar bunga.

Emas kemungkinan akan terus bergantung pada pergerakan dolar AS dan harapan suku bunga AS yang lebih tinggi, kata kepala analis ActivTrades Carlo Alberto de Casa

Pelemahan harga emas ini menutup gap ketika harga dibuka naik lebih tinggi pada hari Senin.

Emas berdiri mantap di bawah level tertinggi tujuh minggu pada hari Selasa karena dolar mendapatkan kembali momentum penguatan.

Daya tarik emas masih dapat menjadi asuransi terhadap risiko.

Penguatan dollar telah membuat emas dalam denominasi dolar lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sementara pengembalian obligasi AS diawasi ketat oleh pasar emas.

Presiden Fed Minneapolis, Kocherlakota yang mengatakan “bersabar” setelah kata “sabar” sempat dihapus dari pernyataan FOMC. Kocherlakota mengatakan kenaikan suku bunga pertama harus ditunda sampai semester kedua tahun 2016 dan pembelian aset lebih akan dibenarkan jika ekonomi bergerak terputus.

Pernyataan tersebut adalah referensi yang cukup jelas untuk QE4 dan pasar mengharapkan Fedspeak akan berbicara lebih dovish dalam beberapa minggu mendatang, yang pada umumnya akan mendukung harga emas berikutnya.

Saat ini, permintaan emas fisik di Asia masih hangat pada harga di kisaran ini.

Premi untuk emas fisik di Shanghai Gold Exchange berkisar kurang dari satu dolar AS per ons di atas patokan emas global, yang turun dari $ US2- US $ 3 di minggu lalu ketika pembeli emas di Cina kembali dari libur panjang di akhir pekan.

Di pasar lokal, Jakarta, harga emas batangan yang dijual Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk atau Antam, hari ini Rabu, 08 April 2015, turun dibandingkan perdagangan kemarin.

Seperti dikutip dari situs resmi Logam Mulia Antam, Rabu pagi, harga emas Antam tercatat Rp 551.000/gram. Turun dibandingkan sehari sebelumnya yaitu Rp 552.000 per gram.

Sementara harga buyback tidak berubah di Rp 491.000 per gram.

Antam menjual emas dari ukuran satu gram hingga 500 gram.

Hingga menjelang siang, semua ukuran emas Antam masih tersedia.

Mengingat tingginya animo masyarakat, transaksi pembelian emas batangan yang datang langsung ke Antam dibatasi hingga maksimal seratus lima puluh nomor antrean per hari.

Dengan penurunan harga ini maka semua pecahan emas Antam menyesuai dengan harga baru.

Pecahan sat gram di jual Rp 551.000, 5 gram Rp 2.610.000, 10 gram Rp 5.170.000, 25 gram Rp 12.850.000, 50 gram Rp 25.650.0000, 100 gram Rp 51.250.000, 250 gram Rp 128.000.000 dan 500 gram Rp 255.800.000.

sumber : logam mulia.com dan cnbc

Komentar