Emas Global Mengalami Penurunan Tipis

Penulis: Darmansyah

Rabu, 16 September 2015 | 10:17 WIB

Dibaca: 0 kali

Perdagangan emas global terus berkonsolidasi di atas level USD 1100 per troy ounce karena pasar menunggu keputusan The Fed terkait suku bunga pada hari Jumat subuh.

Momen ini mengingatkan ketika pasar bersemangat untuk mengantisipasi keputusan The Fed atau Bank Sentral Amerika Serikat pada bulan Maret dan bulan Juni.

Akibat dari “wait and see” ini, emas berjangka bergerak lebih rendah pada hari Selasa, atau Rabu pagi WIB, dan tertekan oleh menguatnya saham AS yang disertai pergerakan dolar yang menguat.

Di pasar lokal, Jakarta, PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, hari ini, Rabu, 16 September 2015, mengalami stagnasi harga jual dan beli kembali setelah kemarin naik sebesar Rp 2.000 per gram dan bertengger di posisi Rp 559.000 per gram

Para investor masih menunggu keputusan suku bunga Federal Reserve pada akhir pekan ini.

Ini tercermin dari penjualan ritel AS Agustus yang menurut data penting bergerak naik sedikit

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange ditutup turun Rabu pagi WIB, karena dollar AS menguat untuk sesi kedua berturut-turut, dan menghijaunya pasar saham Eropa serta AS.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember juga turun menjadi 1.102,60 dollar AS per ounce.

Indeks dollar AS, yang mengukur dollar terhadap sekeranjang enam mata uang utama naik pada pukul 18.30 GMT.

Emas dan dollar AS biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika mata uang AS ini lebih kuat bisa menjadi negatif untuk komoditas termasuk emas, yang dihargakan dalam dollar.

Penurunan harga emas agak mengurangi kerugian mereka setelah dua laporan utama yang dirilis oleh pemerintah AS menunjukkan penjualan ritel naik moderat disesuaikan secara musiman pada bulan lalu.

Analis optimistis data yang tampak lemah ini, pada dasarnya sesuai dengan harapan.

Federal Reserve akan merilis pernyataan kebijakan penting pada Kamis sore menyusul pertemuan dua hari.

The Fed akan membuat keputusan apakah akan menaikkan suku bunga acuan untuk pertama kalinya dalam lebih dari sembilan tahun atau tetap mempertahankan kebijakan suku bunga rendah.

Bulan lalu, wakil ketua Fed Stanley Fischer menunjukkan bahwa ada alasan untuk percaya bahwa inflasi akan bergerak lebih tinggi.

PCE inti yang menjadi pengukur inflasi yang disukai the Fed terlihat masih tetap di bawah tujuan jangka panjang yang ditargetkan di kisaran 2%. Fischer juga menyorot dolar yang terus menguat.

Chair’s The Fed, Janet Yellen juga menyatakan bahwa perubahan suku bunga sepenuhnya akan berdampak pada ekonomi. Pernyataan hawkish untuk dukungan kenaikan suku bunga telah membuat the Fed percaya bahwa tekanan inflasi pada saat ini akan meningkat bahkan setelah suku bunga akan bergerak lebih tinggi.

Emas, yang tidak memberikan bunga atau dividen sedang berjuang untuk bersaing dengan investasi yang memberikan hasil tinggi ketika suku bunga dinaikan.

Impor emas India dilaporkan naik lebih dari dua kali lipat pada bulan Agustus, didorong oleh murahnya harga emas global dan permintaan emas domestik yang naik lebih tinggi untuk mengantisipasi musim festival.

Sementara itu harga jual emas PT Aneka Tambang Tbk atau Antam berada di level Rp 559 ribu per gram pada perdagangan Rabu. Harga tersebut tidak berubah jika dibandingkan dengan perdagangan sehari sebelumnya.

Sedangkan harga pembelian kembali “buyback”logam mulia Antam naik Rp 1.000 per gram menjadi Rp 500 ribu per gram.

Artinya, jika Anda menjual emas yang dimiliki maka Antam akan membelinya di harga Rp 500 ribu per gram.

Saat ini Antam menjual ukuran emas dari satu gram hingga 500 gram. Hingga pukul 08.09 WIB, emas Antam dengan berbagai ukuran masih tersedia.

Mengingat tingginya animo masyarakat, transaksi pembelian emas batangan yang datang langsung ke Antam dibatasi hingga maksimal seratus lima puluh nomor antrean per hari.

Komentar