Emas Global Masih Kesulitan Rebound

Penulis: Darmansyah

Jumat, 20 Februari 2015 | 09:43 WIB

Dibaca: 0 kali

Seharu usai Tahun Baru Imlek, Jumat, 20 Februari 2015, harga emas yang dijual Logam Mulia, anak usaha PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, mengalami stagnan dibandingkan perdagangan terakhir sebelum libur.

Untuk harga pembelian kembali atau “buyback” Logam Mulia juga masih memberlakukan harga yang sama sebelum libur sehari itu.

Seperti dikutip “nuga” dari situs resmi Logam Mulia Antam, Jumat pagi harga emas Antam tercatat Rp 544.000per gram. Tidak bergerak dibandingkan perdagangan Rabu

Sementara harga buyback juga tidak bergerak dari posisi Rp 488.000 per gram.

Stagnannya harga emas ini menyebabkan seluruh pecahan emas yang dijual Antam masih tetap seperti harga dua hari lalu.

Untuk ukuran 500 gram Antam menjual Rp 253.300.000, 250 gram Rp 126.250.000, 100 gram Rp 50.550.000, 50 gram Rp 25.300.000 dan 25 gram Rp 12.675.000

Untuk ukuran yang lebih kecil, 10 gram di jual Rp 5.100.000, 5 gram Rp 2.575.000, 4 gram Rp 2.060.000, 3 gram Rp 1.554.000, 2,5 gram Rp 1.300.000, 2 gram Rp 1.048.000 dan 1 gram Rp 544.000

Di pasar global pergerakan emas awalnya mendapat support dengan bergerak dari harga di bawah USD 1200 per troy ounce pada hari Rabu setelah FOMC memberikan risalah meeting minute.

Banyak anggota FOMC memperkirakan bahwa keseimbangan risiko yang terkait dengan waktu awal normalisasi kebijakan cenderung akan membawa arah kebijakan untuk menjaga tingkat suku bunga federal di batas bawah dengan waktu yang lama.

Beberapa ekonom mengungkapkan bahwa keadaan masyarakat datang untuk mempertanyakan kredibilitas target inflasi dua persen yang belum tercapai.

Salah satu anggota FOMC mengingat prospek inflasi yang belum tercapai direkomendasikan agar komite mempertimbangkan akomodasi lebih lanjut.

Sementara Fed terus berbicara tentang optimisme pada prospek pertumbuhan, perhatian sebenarnya mungkin terjadi pada risiko deflasi.

Ketika harga bergerak menjauh dari tujuan inflasi tersebut, The Fed akan kesulitan untuk melakukan kebijakan menaikan suku bunga. Penguatan dolar yang merupakan hasil ekspektasi kenaikan suku bunga akan memperburuk masalah di pasar.

Pasar berpikir Fed akan bereaksi seperti kebijakan bank sentral Swedia. Meskipun pertumbuhan ekonomi masih membaik di Swedia, Riksbank tidak hanya menurunkan suku bunga ke wilayah negatif, tetapi juga meluncurkan program QE dalam upaya untuk menghentikan penurunan harga.

Yunani membuat permohonan perpanjangan untuk program bailout selama 6 bulan ke depan, yang ditolak mentah oleh Jerman.

Menurut juru bicara mentri Keuangan Jerman, Wolfgang Schäuble mengatakan. permintaan dari Athena tidak menawarkan solusi yang cukup besar. Pada kenyataannya, hanya untuk jembatan pinjaman yang tidak memenuhi persyaratan program.

Meskipun demikian kedua belah pihak cukup bersikeras tetapi beberapa analisa percaya beberapa kompromi akhirnya akan tercapai.

Harga Emas kembali bergerak ke atas dari level USD 1200 per troy ounce pada awal perdagangan New York hari Rabu, ketika Yunani kemungkinan akan terus meminta beberapa jenis kesepakatan baru dengan kreditur.

Harga Emas berjangka berada di level terendah dalam hampir tujuh minggu pada hari Rabu, setelah pertemuan meeting minute dari Federal Reserve bulan Januari. Rilis dari pertemuan kebijakan FOMC terakhir menunjukkan bahwa Federal Reserve tidak terburu-buru akan kenaikan suku bunga.

Suku bunga yang rendah dapat menekan dolar dan menyebabkan inflasi. Emas sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan melemahnya dolar AS dapat memikat pembeli masuk ke pasar emas.

Yunani diperkirakan akan meminta perpanjangan bantuan bailout selama 6 bulan, tetapi terus mendapat tekanan resistensi dari Jerman yang menginginkan perpanjangan bantuan keuangan kepada Yunani harus dengan komitmen penghematan.

Secara umum, jika Yunani tidak mencapai kesepakatan maka Athena akan kehabisan uang pada akhir Maret. Beberapa analisa memperkirakan bahwa ketersediaan uang akan habis lebih cepat, mungkin sebelum bulan Februari berakhir.

ECB tampaknya masih akan tetap terbagi terhadap penyediaan likuiditas darurat tambahan untuk Yunani.

Pertempuran di Ukraina masih terus berlanjut, meskipun kesepakatan gencatan senjata baru-baru ini telah dilakukan. Pasukan pemerintah Ukraina dilaporkan mundur dari kota strategis Debaltseve, setelah menyusul serangan besar-besaran oleh pemberontak yang didukung Rusia.

Pekan lalu, Angkatan Udara AS mengumumkan akan mengirim pesawat A-10 “Tankbuster” kembali ke Eropa, di tengah kekhawatiran yang timbul dari konflik Ukraina.

Pembeli emas fisik di Asia akan menunggu bursa China setelah liburan Tahun Baru Imlek yang dimulai hari ini.

Komentar