Emas Global Makin Terjerembab

Penulis: Darmansyah

Jumat, 27 Mei 2016 | 10:22 WIB

Dibaca: 0 kali

Emas global memasuki fase harga mueah bersamaan dengan makin kencangnya rumor kenaikan suku bunga The Fed dan makin tegarnya dollar lewat penguatannya yang signifikan dalam dua pekan terakhir.

Seperti ditulis “marketwatch,” Jumat pagi WIB, 27 Mei 2016, sesi emas mahal telah tutup buku dan kini dimulai fase emas “murah.”

Dalam perdagangan  sesi sebelumnya, emas loyo mempertahankan pergerakan bullish harian, di tengah spekulasi kenaikan suku bunga Fed yang terus berkembang.

Fedspeak baru-baru ini terus menumbuhkan rasa empati bahwa pada bulan Juni adalah waktu yang tepat untuk kenaikan suku bunga.

Dua anggota FOMC, Presiden St. Louis Fed James Bullard dan Gubernur Fed Jerome Powell, mengindikasikan pada hari Kamis bahwa Fed dapat menaikkan suku bunga.

Harga emas memang sempat naik tipis di sesi Asia pada hari Jumat karena harga konsumen di Jepang dirilis sedikit lebih baik dari yang diperkirakan dan saat ini investor melihat pernyataan gubernur the Fed Janet Yellen mengenai arah suku bunga AS.

Namun begitu, dolar terus membuktikan keperkasaannya dan membuat investor emas tampaknya cenderung untuk menilai data GDP AS yang akan dirilis. GDP awal pada tahun ini

Revisi data itu masih cukup soft, tetapi harapan untuk GDP AS pada Q2 akan merayap lebih tinggi juga.

Pada prinsipnya tujuan utama the Fed memberikan panduan yang jelas terhadap arah kebijakan tetapi tampaknya the Fed menjadi pemasok utama ketidakpastian kebijakan.

Apakah the Fed hanya membangun opini atau membangun ketidakpastian apa tujuan the Fed sebenarnya ?

Revisi GDP  dan laporan pekerjaan bulan Mei akan memberikan beberapa kejelasan.

Tetapi jika the Fed menaikkan suku bunga sebesar dua puluh lima bps, itu bukan berarti sinyal akhir dari pergerakan emas telah habis.

Lihat saja bahwa, kenaikan suku bunga AS pertama pada bulan Desember taun lalu telah menandai awal dari tren bullish pada emas.

Bersamaan dengan olengnya harga emas dunia harga emas Antam pada Jumat pagi WIB dibanderol Rp 589 ribu per gram.

Untuk dicatat, harga ini berlaku untuk pembelian di Gedung Antam, Jakarta.

Sementara untuk harga buyback, Antam mematok harga Rp 526 ribu per gram. Itu berarti jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan menghargainya Rp 526 ribu.

Pembayaran buyback dengan volume di atas satu kilogram akan di lakukan maksimal dua  hari setelah transaksi dengan mengacu kepada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai satu gram hingga 500 gram dan menjelang Jumat siang WIB,  stok emas seluruh ukuran masih tersedia.

Komentar