Emas Global Lesu, Domestik Bergerak Tipis

Penulis: Darmansyah

Senin, 6 Juli 2015 | 10:42 WIB

Dibaca: 0 kali

Pergerakan harga emas global, hari ini, Senin, 06 Juli 2015, mengalami kelesuan dan berada di acuan stabil atau di atas level terendah dalam tiga setengah bulan terakhir ketika bursa perdagangan New York, Amerika Serikat, ditutup.

Di perdagangan domestik, terutama emas yang dikendalikan oleh PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, pada hari yang sama, bergerak ke atas dengan kenaikan tipis, Rp 1.000 per gram dan berada di level Rp 550.000 per gram.

Seperti dikutip “nuga” dari laman situs CNBC, Senin 6 Juli 2015, tidak bergeraknya harga emas karena melemahnya data pekerjaan Amerika Serikat, sehingga membuat publik tidak yakin dengan prediksi kenaikan suku bunga Federal Reserve dilakukan pada September tahun ini.

Harga emas di pasar spot stabil di level pada angka US$1.167 per ounce. Ada pun, selama pekan lalu, harga emas turun mendekati nol koma tujuh persen.

Sebelum adanya rilis data pekerjaan tersebut, sudah ada harapan yang kuat di pasar bahwa The Fed akan menaikkan suku bunganya untuk pertama kali dalam satu dekade terakhir di bulan September mendatang, menyusul kuatnya data belanja konsumen dan perumahan.

Selain itu, emas masih diperdagangkan dekat level terendah tiga bulan ketika prospek suku bunga AS yang akan meningkat pada tahun ini didorong oleh krisis utang Yunani.

Harga emas naik di sesi Asia pada hari Senin, 06 Juli 2015 ketika referendum Yunani pada akhir pekan menolak bailout dari kreditur internasional.

Para pemimpin Eropa termasuk Kanselir Jerman Angela Merkel sekarang harus memutuskan apakah penyelamatan masih harus dilakukan, ketika pada pembuat kebijakan Bank Sentral Eropa menilai bahwa program Bantuan Likuiditas Darurat, yang dikenal sebagai ELA, untuk bank-bank Yunani harus terus dilakukan.

Pembuat kebijakan eknomi Asia dari Cina hingga Jepang dan di tempat lainnya bersiap untuk setiap dampak dari krisis Yunani ketika Perdana Menteri Yunani, Alexis Tsipras mengatakan ingin membuat kesepakatan cepat dengan pihak kreditur untuk mengembalikan operasi di sektor perbankan dan menghindari krisis kemanusiaan.

Tsipras mengatakan bahwa laporan Dana Moneter Internasional, yang dirilis Kamis, mengatakan bahwa utang Yunani tidak berkelanjutan adalah bukti yang benar bahwa pemerintah Yunani benar pada permintaan restrukturisasi.

Menteri Keuangan Yunani, Yiannis Varoufakis, mengatakan pada hari Minggu bahwa ‘ada’ suara di referendum bahwa respon rakyat selama lima tahun ke depan untuk melakukan penghematan dan menambahkan bahwa pihak kreditur tidak pernah memiliki niat yang nyata untuk bekerja sama.

“Kami memiliki dua persyaratan yaitu mengakhiri penghematan dan merestrukturisasi utang,” katanya.

“Sayangnya, para kreditur menolak setiap pembahasan dari saat pertama direncanakan dan menutup bank kami untuk memaksakan posisi mereka,” katanya kepada wartawan.

Pasar domestik

Sementara itu, di dalam negeri, PT Antam Tbk merilis bahwa harga emas batangan pada transaksi hari ini bergerak naik.

Harga emas batangan Antam dijual Rp 550 ribu untuk ukuran satu gram, atau naik Rp1 .000 dibandingkan level Rp 549 ribu pada perdagangan Jumat 3 Juli 2015.

Emas ukuran lima gram dilepas dengan harga Rp2.605.000, ukuran 10 gram Rp5.160.000, ukuran 25 gram Rp12.825.000, ukuran 50 gram Rp25.600.000, dan ukuran 100 gram dijual Rp51.150.000.

Harga emas ukuran 250 gram dipatok pada level Rp127.750.000. Sedangkan untuk ukuran 500 gram mencapai Rp255.300.000.

Ada pun harga beli kembali atau dikenal dengan sebutan “buyback” emas Antam hari ini dipatok pada level Rp495 ribu atau naik Rp2.000 dibandingkan perdagangan Jumat akhir pekan lalu.
Antam menjual emas produksinya mulai dari satu gram hingga 500 gram. Menjelang siang sebagian besar ukuran emas Antam masih tersedia. Hanya ukuran emas 500 gram yang sudah habis terjual.

Mengingat tingginya animo masyarakat, transaksi pembelian emas batangan yang datang langsung ke Antam dibatasi hingga maksimal seratus lima puluh nomor antrean per hari.

cnbc, logam mulia.com dan bloomberg

Komentar