Emas Global Lanjutkan Tren Kenaikannya

Penulis: Darmansyah

Jumat, 19 Agustus 2016 | 08:50 WIB

Dibaca: 0 kali

Emas dunia, hari ini, Jumat, 19 Agustus 2016, meneruskan kenaikan harga bersamaan dengan pelemahan dollar akibat kebijakan ragu-ragu The Fed, Bank Sentral Amerika Serikat, untuk  menaikkan suku bunga.

Di New York Stock Exchange, harga emas berjangka mencatatkan kenaikan dua pekan, sehari setelah pertemuan Federal Reserve mengenai rencana kenaikan suku bunga.

Dolar melemah setelah pertemuan tersebut dan tetap berada di dalam tekanan pada Kamis waktu setempat atau Jumat WIB, dan  menaikkan semangat untuk investor komoditas emas yang dijual dengan dolar.

Emas untuk pengiriman Desember naik, walau pun sehari sebelumnya emas sempat turun, mengakhiri level di angka US$ 1.350.

Namun harga merangkak naik setelah pertemuan the Fed.

Menurut pertemuan Fed, pejabat pada pertemuan akhir Juli lega bahwa ketakutan terburuk mereka tentang ekonomi tidak terwujud.

Tapi pikiran mereka terbagai menjadi apakah mereka harus cepat-cepat menaikkan suku bunga atau tidak, menurut pertemuan itu, seperti dilansir dari Marketwatch, Jumat pagi WIB.

“The Fed tidak tahun kapan mereka akan menaikkan suku bunga, karena itu tergantung pada data ekonomi juga inflasi tertentu,” ujar ekonom dari Moody’s Analaytic Economy, Ryan Sweet.

Pagi ini pula pergerakan emas mempertahankan fase konsolidatif dengan bergerak  di sekitar kisaran USD 1346 per troy ounce.

Logam emas masih tetap didukung oleh bias kebijakan global yang masih dovish.

Presiden Fed New York, William Dudley berbicara lagi dan menyatakan optimisme tentang Q3 dan prospek pertumbuhan.

Dudley tidak menyebutkan waktu kenaikan suku bunga, seperti yang dilakukan pada awal minggu ketika ia mengatakan kenaikan suku bunga kemungkinan pada bulan September.

Ada beberapa analis mengatakan bahwa AS sedang mengalami stagnasi ekonomi seperti Jepang.

Jika kita membandingkan perbedaan demografis antara AS dan Jepang maka pertumbuhan ekonomi Jepang telah benar-benar dilakukan jauh lebih baik daripada AS. Dengan kata lain, mengingat sumber daya yang tersedia, Jepang telah berhasil untuk menambah pertumbuhan lebih nyata daripada AS.

Itu pernyataan yang cukup mengejutkan. Tentu saja kita semua tahu apa artinya dari perspektif kebijakan.

“Menghadapi headwinds yang sedang terjadi maka untuk mereduksi kondisi pasar yang aman cukup mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi AS sedang tenang”

Stagnasi akan melahirkan pengeluaran defisit yang semakin besar, yang pada gilirannya akan melahirkan kebijakan moneter yang lebih super akomodatif untuk mendukung beban utang yang akan tumbuh. Kondisi tersebut merupakan sebuah lingkungan yang baik bagi harga emas.

Meskipun ada beberapa pejabat dari FOMC yang menginginkan waktu kenaikan suku bunga lebih cepat.

Satu hal yang pasti, potensi kenaikan optimis akan bergeser ke awal tahun depan, itupun FOMC akan melanjutkan dengan hati-hati ketika harus menaikkan suku bunga.

Berlainan dengan kondisi emas global, harga emas  yang dijual oleh PT Aneka TambangTbk atau Antam, hari ini, Jumat pagi WIB, 19 Agustus 2016,  bergerak stagnan.

Tercatat harga emas 1 gram yang dijual Antam tetap dibanderol Rp622.000.

Dilansir dari situs Logammulia,  harga emas Antam ini dijual dengan harga buy back pun sama di level Rp560.000.

Komentar