close
Nuganomics

Emas Global Kembali Melorot Hari Ini

Hari ini, Jumat, 03 Juni 2016, emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange kembali turun tipis, karena para pedagang menyesuaikan ekspektasi mereka untuk kenaikan suku bunga acuan pada pertemuan Federal Reserve bulan ini.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus turun lagi untuk tiap  ounce-nya.

Analis percaya penurunan itu akibat data ekonomi positif AS baru-baru ini dan sinyal dari bank sentral AS bahwa Fed akan menjaga kenaikan suku bunga pada Juni.

Risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal yang dirilis pada April menyebabkan pedagang percaya bahwa Fed akan menaikkan suku bunga Juni ini.

Investor percaya Fed bermaksud menyerap dana besar dari cadangan bank-bank.

Kalangan perbankan akan menjadi lebih berani mengambil risiko dalam ekonomi yang “bullish”, dan sebagai akibat berpotensi melepaskan beberapa cadangan berlebihan mereka, membanjiri ekonomi dengan uang tunai, sehingga menyebabkan inflasi.

Emas berada di bawah tekanan  dan logam mulia diletakkan di bawah tekanan lebih

Untuk dicatat, emas berjangka ditutup di level terendah lebih dari tiga bulan pada hari Kamis waktu New York.

Penurunan harga emas ini merupakan bagian  konsensus untuk kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Ditambah komentar dari seorang pejabat Federal Reserve yang menekankan perlunya peningkatan tingkat awal.

Dallas Federal Reserve Bank Presiden Robert Kaplan menegaskan keyakinannya bahwa Fed harus bergerak cepat untuk menaikkan suku bunga karena ekonomi menunjukkan tanda-tanda pemulihan sementara inflasi mempercepat, menurut laporan Reuters.

“Harga emas tertekan oleh prospek dari rencana kenaikan suku bunga AS dan naiknya dolar. The Fed mengindikasikan bahwa mereka aka menaikkan suku bunga di Juni atau Juli jika data ekonomi membantu,” tutur President konsultan keuangan Warwick Valley, Ken Ford dilansir dari Marketwatch, Jumat, 03 Juni 2016.

Investor juga mengartikan keputusan dari Bank Sentral Eropa yang memutuskan untuk tetap pada kebijakan moneter meraka, dan berimbas pada naiknya dolar.

Kebijakan moneter yang lebih ketat cenderung bisa meningkatkan dolar AS dan mengurangi permintaan untuk emas yang dihargai dalam bentuk dolar.

Suku bunga yang naik juga akan berimbas negatif pada emas, yang tidak menawarkan bunga.

Sehari sebelumnya, Kamis WIB, atau Rabu waktu New York, harga emas juga  tak banyak bergerak. Pelaku pasar menunggu beberapa data ekonomi yang akan keluar pada pekan ini.

Pada hari itu, angka Indeks Kepercayaan Konsumen AS untuk Mei tergelincir.

Hal tersebut menjadi pertanda bahwa konsumen di AS masih sangat berhati-hati dan sangat mengontrol pengeluaran mereka sehingga pertumbuhan ekonomi tertahan.

Dengan penurunan angka kepercayaan konsumen tersebut bisa menjadi salah satu argumen untuk menahan rencana kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat.

Dalam beberapa pekan terakhir memang Bank Sentral AS memberikan sinyal untuk menaikkan suku bunga setelah melihat beberapa data ekonomi yang mendukung untuk mengetatkan kebijakan moneter.

Data-data sebelumnya juga cukup mendukung rencana tersebut.

Kenaikan suku bunga Bank Sentral AS menjadikan tekanan tersendiri bagi harga emas karena komoditas logam mulia tersebut harus bersaing dengan surat utang yang memberikan imbal hasil lebih tinggi jika suku bunga benar-benar naik.

Saat ini, investor sedang menunggu data manufaktur yang akan keluar pada Rabu waktu setempat dan juga angka tenaga kerja yang akan keluar pada Jumat.

Jika data-data tersebut menunjukkan kenaikan maka akan menjadi pendorong rencana kenaikan suku bunga acuan.

“Kemungkinan besar kenaikan suku bunga akan datang lebih cepat daripada yang dipikirkan banyak orang,” jelas George Gero, managing director RBC Wealth Management.

Ia melanjutkan, beberapa sedang menahan posisi saat ini. Tidak membeli maupun tidak menjual juga.

Guberur Bank Sentral AS Janet Yellen mengatakan bahwa kenaikan suku bunga akan sesuai dengan rencana awal jika memang segala data ekonomi yang ada mendukung.

Pernyataan dari Yellen ini seakan memberikan tekanan dari pernyataan dewan gubernur lainnya yang menyatakan bahwa kenaikan suku bunga kemungkinan besar bisa dua sampai tiga kali di tahun ini.

Menurut Analisis dari Capital Economics, harga emas bisa jatuh ke bawah US$ 1.000 per troy ounce jika Bank Sentral AS menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan.

Pasar akan berubah arah dan dalam beberapa saat akan masuk ke masa pergantian