Emas Global dan Antam Anjlok Lagi

Penulis: Darmansyah

Rabu, 3 Februari 2016 | 10:09 WIB

Dibaca: 0 kali

Hari ini, Rabu, 03 Februari 2016, harga emas global, terutama di Comex New York, kembali tertekan di penutupan perdagangannya meskipun bursa Saham Eropa dan Amerika Serikat terpelanting

Mengutip “Wall Street Journal,” Rabu pagi WIB, harga emas berjangka berakhir turun tipis di New York Mercantile Exchange setelah pada Selasa kemarin sempat melonjak satu persen.

Selama ini harga emas selalu menjadi pilihan dari investor sebagai instrumen investasi safe haven di tengah ketidakpastian di sektor lain.
“Masih ada kemungkinan bagi harga emas untuk kembali naik,” jelas broker di Marex Spectron New York Graham Leighton.

Ia melanjutkan, seharusnya dengan penurunan harga minyak dan juga pelemahan bursa saham mendorong harga emas untuk terus merangkak naik.

Namun karena pada perdagangan sebelumnya kenaikannya sudah cukup tinggi maka harga emas mengalami koreksi.

Harga emas untuk pengiriman April sempat naik satu persen tertinggi sejak 2 November 2015.
Sepanjang Januari, harga emas sudah naik lima koma tiga persen.

Kebijakan bank sentral Jepang menetapkan suku bunga negative dan harapan depresiasi mata uang China yuan telah membuat persaingan untuk mendevaluasikan mata uang di dunia.

“Dengan sentimen mata uang melemah membuat emas jadi tempat investasi aman. Ini sentimen positif untuk emas. Dalam jangka panjang ada kekuatan untuk harga emas kembali perkasa,” kata Pendiri Altavest Michael Armbruster.

Di sesi Asia.harga emas diperdagangkan sebagian besar stabil setelah sebelumnya naik dengan cukup signifikan.

Kenaikan harga emas baru-baru ini dikarenakan kebijakan moneter yang mudah akan kembali dilakukan dan membuat pasar mencari arah kebijakan lebih lanjut.

Harga emas melonjak pada hari Senin ke level tertinggi tiga bulan karena investor mencerna data manufaktur Cina dan AS yang melemah sehingga memperkuat sentimen dovish untuk kenaikan suku bunga dari Federal Reserve.

Pada sesi sebelumnya, Cina mengumumkan bahwa aktivitas pabrik pada bulan Januari anjlok ke level terendah tiga tahun dan memperburuk kekhawatiran perlambatan pertumbuhan di Negara ekonomi terbesar kedua di dunia.

Bulan lalu, Indeks China Purchasing Manager turun ke level terendah sejak empat tahun terakhir dan merupakan bulan keenam berturut-turut indeks telah berkontraksi.

Investor juga terus bereaksi terhadap gerakan tak terduga dari Bank of Japan yang menurunkan suku bunga ke wilayah negatif.

Keputusan yang mengejutkan telah dilakukan oleh dua dari tiga bank sentral terbesar di dunia yang menawarkan suku bunga negatif untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Langkah-langkah pelonggaran moneter diperkirakan akan membantu melemahkan dolar.

Sebelum keputusan suku bunga minggu lalu dari the Fed, bank sentral AS diperkirakan akan menaikkan suku bunga jangka pendek sebanyak empat kali pada tahun ini, yang merupakan siklus pengetatan pertama dalam hampir satu dekade.

Kenaikan suku bunga pada tahun 2016 secara umum dipandang sebagai tekanan bearish untuk emas karena bersaing dengan investasi yang memberikan keuntungan.

Dampak dari melemahnya emas global juga dirasakan oleh PT Aneka Tambang Tbk atau Antam.

Harga jual emas Antam hari ini, Rabu pagi WIB, turun Rp 1.000 menjadi Rp 546 ribu per gram
Namun harga pembelian kembali naik Rp 1.000 menjadi Rp 492 ribu per gram.

Harga pembelian kembali ini artinya jika Anda menjual emas yang dimiliki, Antam akan membelinya di harga Rp 492 ribu per gram.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai satu gram hingga 500 gram. Hingga menjelang siang WIB, ukuran emas Antam masih tersedia.

Mengingat tingginya animo masyarakat, transaksi pembelian emas batangan yang datang langsung ke Antam dibatasi hingga maksimal seratus lima puluh nomor antrean per hari.

Komentar