Emas Global Benar-benar Ambruk

Penulis: Darmansyah

Jumat, 18 November 2016 | 08:55 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas global, terutama di Merchantil Exchane New Yor,  turun pada perdagangan Jumat pagi WIB, 18 November 2016, dan kembali  menyentuh level terendah sejak Juni.

Salah satu pemicu dari penurunan harga emas adalah sinyal penurunan suku bunga acuan the Federal Reserve yang semakin kuat.

Kenaikan suku bunga membuat dolar mengalami penguatan.

Dolar dan imbal hasil naik setelah komentar Yellen yang semakin memberi sinyal kuat bahwa bank sentral itu akan menaikkan suku bunga pada pertemuan bulan depan.

Prospek kenaikan suku bunga berdampak negatif pada emas, dan logam ini mengalami penurunan berturut-turut pada sesi perdagangan.

Harga emas untuk kontrak Desember jatuh  dan ini adalah  harga terendah sejak awal Juni.

“Kenaikan kurs dolam dalam beberapa bulan terakhir juga memompa adrenalin untuk mata uang,” tutur Adam Koos Presiden Liertas Wealth Management Group dilansir dari Marketwatch, Jumat pagi WIB

Untuk kejatuhan harga ini emas terus berkonsolidasi di dalam area pergerakan awal minggu dan nada sentimen pasar masih tertekan dengan aksi sell-off pasca-pemilu AS.

Saat ini harga emas berada di kisaran USD 1213 per troy ounce.

Ketua Fed, Janet Yellen menegaskan sebelum pertemuan dengan kongres AS bahwa kenaikan suku bunga AS semakin menguat dengan waktu yang relatif segera, kecuali ada beberapa data ekonomi atau bencana yang tak terduga sebelum pertemuan FOMC bulan Desember.

Terakhir kali The Fed menaikkan suku bunga telah membuat harga emas menjadi positif,  meskipun kebijaksanaan konvensional kenaikan suku bunga mempunyai dampak buruk dalam jangka waktu pendek bagi harga emas.

India secara mengejutkan pada pekan ini telah menghapus uang cash

Namun, pemerintah India secara efektif telah menghilangkan delapan puluh persen dari mata uang yang beredar, sehingga tidak mengherankan kekurangan mata uang tunai cepat terwujud.

Pekan ini, Swedia Riksbank yang merupakan bank sentral tertua di dunia telah mengumumkan bahwa sedang menjajaki kemungkinan menerbitkan mata uang digital.

Demikian juga, South China Morning Post melaporkan bahwa Bank Rakyat China sedang “meneliti manfaat dari mata uang digital.”

Citibank Australia telah menjadi bank Australia pertama yang tidak menggunakan uang cash. Mereka telah memberitahu kepada customer bahwa mulai tanggal 24 November bahwa kantor cabang tidak akan menangani uang kertas dan koin.

Pertanyaannya sekarang, apakah waktu penggunaan uang cash sudah habis ? apakah anda telah mempunyai cadangan uang seperti emas ?

Komentar