Emas Dunia Tergelincir Lebih Dalam

Penulis: Darmansyah

Selasa, 15 Desember 2015 | 10:48 WIB

Dibaca: 0 kali

Setelah sehari sebelumnya naik tipis di Comex New York, hari ini, Selasa, 15 Desember 2015, harga emas terpelanting lagi hingga satu persen dalam sesi perdagangan terakhirnya, menjelang pertemuan kebijakan bank sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve.

Kecenderungan turunnya harga emas global ini langsung berpengaruh pada harga emas lokal yang dikendalikan oleh PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam.

Hari ini, Selasa pagi WIB, Antam menjual emas dengan harga Rp 547.000 per gram, yang berarti lebih murah Rp 1.000 per gram di banding dengan harga sehari sebelumnya.

Di pasar global bersamaan dengan rencana Bank Sentral AS yang akan mengumumkan kenaikan suku bunga untuk pertama kali dalam hampir satu dekade, langsung berpengaruh pada harga emas.
.
Harga emas di pasar spot turun. Sedangkan harga emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman Februari melemah lebih dari satu persen persen.

Pelaku pasar cenderung melakukan aksi jual untuk mengantisipasi kenaikan suku bunga bank sentral AS.
Harga emas telah merosot sekitar sepuluh persen sepanjang 2015.

Kenaikan suku bunga bank sentral AS diperkirakan dapat mendorong permintaan logam mulia menyusut dan dolar AS cenderung naik sehingga menekan harga emas.

“Tren penurunan harga emas berlanjut. Diperkirakan harga emas dapat sentuh level posisi terendah pada Desember,” ujar Kepala Riset ActivTrades Carlo Alberto de Casa, seperti dikutip dari laman Reuters, Selasa, 15 Desember 2015.

Tak hanya emas tertekan, harga perak pun mencapai level terendah sejak Agustus enam tahun silam.

Rencana kenaikan suku bunga bank sentral AS mempengaruhi gerak harga logam mulia.

“Kenaikan suku bunga bank sentral AS akan membuat emas menjadi tidak menarik,” ujar Analis Julius Baer, Carsten Menke

Pada perdagangan Senin, harga emas sempat menguat, namun masih dibayangi tekanan dari rencana kenaikan suku bunga pada pertemuan bank sentral.

Kebijakan bank sentral AS menjadi sorotan pada pekan ini.

Bank sentral AS akan menaikkan suku bunga diperkirakan membuat pelaku pasar khawatir terhadap permintaan emas.

“Dengan keputusan bank sentral AS hanya dua hari lagi, fluktuasi harga emas akan terbatas karena kenaikan suku bunga,” ujar Mark To, Kepala Riset Wing Fung Financial Group, seperti dikutip dari laman Reuter.

Ia menuturkan, harga emas dapat naik secepatnya setelah pengumuman kenaikan suku bunga bank sentral AS karena penurunan tajam baru-baru ini.

Kemungkinan harga emas dapat kembali tertekan ke level US$ 1.000.

“Untuk spekulasi, tindakan terbaik saat ini adalah melikuidasi bagian dari kepemilikan emas mereka, baik dalam exchange trade fund atau berjangka,” tutur To.

Sementara itu, harga emas PT Aneka Tambang Tbk atau Antam turun Rp 1.000 per gram menjadi Rp 547 ribu per gram pada perdagangan Selasa pagi WIB.

Pada perdagangan sehari sebelumnya, emas Antam dijual pada harga Rp 548 ribu per gram.

Harga pembelian kembali atau harga buyback emas Antam juga turun Rp 1.000 per gram menjadi Rp 479 ribu per gram.

Artinya, jika Anda menjual emas yang dimiliki, maka Antam akan membelinya di harga Rp 479 ribu per gram
Penurunan harga emas Antam ini mengikuti penurunan harga emas dunia.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai satu gram hingga 500 gram.

Pagi ini emas Antam untuk seluruh ukuran masih tersedia.

Mengingat tingginya animo masyarakat, transaksi pembelian emas batangan yang datang langsung ke Antam dibatasi dengan nomor antrean.

Komentar