Emas Dunia Oleng Lagi di Awal Pekan Ini

Penulis: Darmansyah

Senin, 13 November 2017 | 09:10 WIB

Dibaca: 0 kali

Harga emas dunia di awal pekan ini, Senin, masih  belum menentu bersamaan  dengan membaiknya  bursa saham Amerika Serikat dan dolar AS tertekan.

Hal itu seiring kepercayaan terhadap reformasi pajak menyusut. Padahal reformasi pajak diharapkan dapat meningkatkan ekonomi.

Harga emas untuk pengiriman Desember tergelincir  satu persen per ounce.

Namun, selama sepekan, harga emas cetak kenaikan mingguan pertama dalam empat minggu.

Harga emas naik nol koma empat persen selama sepekan seiring dolar AS tertekan.

Rencana pemangkasan pajak mempengaruhi gerak harga emas.

“Pembuat undang-undang kini mencoba untuk mendamaikan penawaran yang muncul dari DPR. Ini juga mengisyaratkan volatilitas menjelang kenaikan suku bunga the Federal Reserve ditambah rencana pemangkasan pajak,” kata Analis Daily FX, Ilya Spivak, seperti dikutip dari laman Marketwatch

Tekanan harga emas juga dipicu dari aksi jual pada perdagangan siang hari waktu setempat. Direktur Kitco Metal Peter Hugs juga melihat secara teknikal memasuki area tertekan.

“Begitu emas turun di bawah level US$ 1.282, itu memicu penghentian secara teknikal dan percepatan penjualan,” ujar dia.

Hal senada dikatakan Chintan Karnani. Investor berhasil memperoleh keuntungan selama sepekan sehingga melakukan aksi jual menjelang akhir pekan.

“Menurut saya turunnya harga emas karena profit taking sebelum penutupan pekan ini. Selain itu juga karena ketidakmampuan menembus level resistance akhir tahun lalu,” ujar dia.

Sementara itu, indeks dolar AS melemah terhadap enam mata uang lainnya di awal sesi perdagangan. Indeks dolar AS akhirnya mendatar.

Sebelumnya, harga emas sempat melesat  naik terimbas melemahnya dolar.

Dolar jatuh ke level terendah enam hari terhadap mata uang lainnya, karena investor menolak keras munculnya rincian rencana pemotongan pajak versi Partai Republik.

“Meskipun penurunan dolar membuat pedagang emas tersenyum usai lama menderita, penting untuk dicatat. Sepertinya ada tidak adanya risk aversion premium pada harga emas, membuat nasib logam mulia ini akan dipengaruhi dolar saja,” kata Jeffrey Halley, Analis Pasar Senior OANDA.

Senat Republik dalam usulannya, menunda pemotongan pajak selama satu tahun, menurut Anggota Komite Keuangan Bill Cassidy.

Emas masih menarik dukungan jangka pendek dari ketidakpastian kebijakan pajak AS.

“Tren keseluruhan telah bergeser menjadi anetral ke tren negatif, meski sudah cukup solid. Permintaan keluar dari spekulan,” kata Rob Haworth, Ahli Strategi Investasi Senior  U.S. Bank Wealth Management.

Data World Gold Council menunjukkan bahwa permintaan emas meluncur pada kuartal terakhir ke level terendah dalam delapan tahun.

“Ada kegelisahan di sekitar pasar platina, dampak  melemahnya permintaan di sektor tersebut akibat paladium,” kata analis ANZ Daniel Hynes.

Sementara itu, hari ini, harga emas PT Aneka Tambang Tbk atau Antam stabil di posisi Rp 621.544 per gram pada perdagangan

Angka itu sama dengan perdagangan Sabtu pekan lalu.

Sementara harga pembelian kembali atau buyback emas Antam naik ke posisi Rp 557 ribu per gram.

Pembayaran buyback dengan volume di atas satu kilogram  akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu pada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram. Hingga pukul menjelang siang WIB, sebagian besar ukuran emas Antam masih tersedia.

Komentar