Emas Dunia Naik, Domestik Melempam

Penulis: Darmansyah

Rabu, 6 Januari 2016 | 09:46 WIB

Dibaca: 0 kali

Hari ini, Rabu, 06 Januari 2016, harga emas global bergerak sedikit keatas dibanding perdagangan hari Selasa yang ditandai lewat dukungan safe haven ketika berada di lingkungan risiko.

Logam emas diperdagangkan di harga tertinggi pada tahun ini di tengah risiko geopolitik yang masih panasi di kawasan Timur Tengah dan kegelisahan di pasar saham global.

Harga emas global berada di kisaran USD 1077 per troy ounce pada sesi Asia hari Rabu.

Berlainan dengan kondisi harga emas dunia yang beranjak naik, harga emas lokal yang dimonopoli oleh PT Aneka Tambang Tbk atau Antam masih stagna di angka Rp 546.000 per gram. Anga ini merupakan kenaikan tipis dari sebelumnya, Rp 545.000 per gram.

Di Cina, pemerintahnya melakukan intervensi pasar, sehingga membuat harga saham kembali tenang.

Namun, hal itu hanya membuktikan bahwa pasar telah sepenuhnya disfungsional dan tidak mampu beroperasi tanpa intervensi dari pemerintah.

Investor yang bijaksana tidak akan membiarkan kekayaan yang telah di dapat dengan memasukkannya ke dalam investasi emas.

Sementara itu, ketegangan tinggi antara Iran dan Arab Saudi dengan negara-negara Timur Tengah lainnya tampaknya mulai memanas.

Rusia meminta kedua belah pihak untuk menahan diri dan menghindari langkah-langkah yang mungkin akan memanaskan situasi serta meningkatkan ketegangan.”

Cina mendesak kepada semua Negara untuk ikut menahan diri. PBB telah mengirim utusan khusus ke Arab Saudi dan akan mengunjungi Iran pada akhir pekan ini dengan harapan untuk menenangkan situasi.

Meskipun tekanan deflasi cukup jelas terlihat pada tahun lalu, The Fed menyatakan sebagian besar “ekspektasi inflasi” masih bergerak dengan baik.

Namun, dalam pertemuan FOMC untuk bulan Desember mereka mengakui “tindakan berbasis survei terhadap ekspektasi inflasi jangka panjang telah turun tipis.”

Survei New York the Fed berada pada rekor terendah, sehingga membuat kita harus bertanya-tanya ketika bank sentral mengakui bahwa ekspektasi inflasi telah menjadi membaik.

Konsesi tersebut pasti akan membuat kenaikan suku bunga bulan Desember terlihat tidak banyak berfungsi.

Di divisi COMEX New York Mercantile Exchange reli harga emas berakhir lebih tinggi pada perdagangan Rabu pagi WIB, seiring dengan melemahnya pasar saham Amerika Serikat untuk hari kedua berturut-turut.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari ditutup naik sangat tipis.

Di Wall Street, indeks Dow Jones Industrial Average turun dengan kecenderungan terus melemah menjelang beberapa rilis data penting minggu ini.

Para analis mencatat bahwa ketika pasar ekuitas AS mencatat kerugian, logam mulia biasanya naik karena investor mencari tempat yang aman.

Para pedagang juga memantau beberapa rilis data ekonomi minggu ini dengan sangat hati-hati karena Departemen Tenaga Kerja AS diperkirakan merilis laporan ketenagakerjaan Desember 2015 pada Jumat.

Departemen Perdagangan AS juga akan merilis laporan perdagangan internasionalnya pada Rabu, yang akan memperbarui informasi tentang kesenjangan perdagangan AS.

Para analis menunggu pertemuan Federal Reserve AS yang dijadwalkan 27 Januari.

Mereka memperkirakan The Fed menyerap sekitar dua setengah triliun dollar AS kelebihan cadangan bank-bank karena ekonomi AS mulai pulih.

Bank-bank menjadi lebih berani mengambil risiko dalam ekonomi yang bullish, dan hasilnya berpotensi melepaskan beberapa kelebihan cadangan mereka, membanjiri ekonomi dengan uang tunai sehingga menyebabkan inflasi.

Di pasar domestik, harga emas yang dijual PT Aneka Tambang Tbk atau Antam stabil di Rp 546 ribu per gram pada perdagangan Rabu pagi WIB.

Sementara harga pembelian kembali atau “buyback” emas Antam naik Rp 2.000 per gram menjadi Rp 481 ribu per gram dari sebelumnya yang ada di level Rp 479 ribu per gram.

Harga pembelian kembali ini artinya jika Anda menjual emas yang dimiliki, maka Antam akan membelinya di harga Rp 481 ribu per gram.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram. Hingga pukul 08.14 WIB, sebagian besar ukuran emas Antam masih tersedia. Hanya ukuran 5 gram yang telah habis terjual.

Mengingat tingginya animo masyarakat, transaksi pembelian emas batangan yang datang langsung ke Antam dibatasi hingga maksimal 150 nomor antrean per hari.

Komentar