Emas Dunia dan Lokal Masih Variatif

Penulis: Darmansyah

Selasa, 2 Mei 2017 | 09:41 WIB

Dibaca: 0 kali

Usai menjalani liburan panjang pada akhir pekan ini, hari ini, Selasa, 02 Mai, harga emas PT Aneka Tambang Tbk, mencatatkan kenaikan dan berada  di angka Rp 597 ribu per gram

Sedangkan harga pembelian kembali atau buyback berada di level Rp 533 ribu per gram.

Harga buyback ini artinya jika Anda menjual emas yang Anda miliki, maka Antam akan membayar Rp 533 ribu per gram.

Pembayaran buyback dengan volume di atas 1 kilogram  akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu pada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram. Namun, hingga menjelang siang WIB, sebagian besar ukuran emas Antam tidak tersedia, hanya ada ukuran 2 gram dan 5 gram yang masih tersedia.

Sementara itu, harga emas di Comex, New York, hari ini, Selasa pagi WIB mengalami penurunan sebesar satu  persen ke posisi terendah dalam tiga minggu.

Penurunan harga emas global ini disebabkan tekanan  kenaikan saham dan kesepakatan yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat) untuk menghindari shutdown.

Kondisi ini meredam permintaan untuk aset nonbunga seperti emas.

Melansir laman Reuters, Selasa pagi WIB, harga emas di pasar spot turun nol koma delapan persen

Sementara harga emas berjangka AS turun  lebih dari satu  persen.

Pasar saham AS terangkat saham Apple yang mencapai rekor tinggi dan penguatan ukuran utama indeks ekuitas dunia seiring kenaikan yield obligasi.

Banyak pasar keuangan di Asia dan Eropa ditutup terkait liburan May Day atau Hari Buruh.

Risk appetite tidak runtuh di sini. Harga emas sudah sedikit berlebihan di sini. Sepertinya kami hanya mencoba tren pergerakan rata-rata dua ratus hari,” ujar Bart Melek, Kepala strategi Komoditas TD Securities di Toronto.

Kongres AS menyepakati tentang paket belanja demi menjaga pemerintahan agar tak terjadi shutdown.

Harga emas sempat naik setelah belanja konstruksi AS tak terduga turun pada Maret.

Bahkan data pemerintah menunjukkan, Institute for Supply Management Indeks perihal kinerja manufaktur berada di posisi terendah sejak Oktober.

“Tingkat ISM Manufacturing Index saat ini masih menunjukkan pertumbuhan yang sehat di industri, tetapi sangat penting untuk terus membuatnya meningkat,” ujar Royce Mendes, Ekonom Senior CIBC Capital Markets di Toronto.

Pedagang kini juga tengah menunggu hasil pertemuan Federal Reserve.

“Kami melihat perdagangan emas mempertahankan kisaran yang relatif lebih tinggi pada Mei dengan ketegangan yang terjadi di Kore Utara, “kata analis INTL FCStone Edward Meir

Komentar