Harga Emas Mendekat ke Dasar Jurang

Penulis: Darmansyah

Selasa, 5 November 2013 | 15:50 WIB

Dibaca: 0 kali

Selama enam hari terakhir harga emas global mengalami reli menurun, dan mencapai dasar jurang harga terbawah dan terburuk selama enam bulan terakhir. Hari ini, Selasa, 05 November 2013, kala pasar emas domestik berhenti diperdagangkan karena libur 1 Muharam, harga emas global terus mengalami tekanan.

Sehari sebelumnya, pada perdagangan awal pekan, Senin, 04 November 2013, harga emas di pasar lokal, Jakarta, yang diperdagangkan PT Aneka Tambang Tbk atau Antam, menggeliat sebesar Rp 1.000 per gram, dari Rp 522.000 per gram menjadi i RpRp 523.000 per gram

Pada hari yang sama pula, kemarin, harga beli kembali atau dikenal dengan istilah “buy back” emas produksi perusahaan milik negara ini tetap tertahan di kisaran harga Rp 452.000 per gram.

Sementara itu harga emas global masih mengalami tekanan di bawah resisten USD1.322 per troy ons sehingga masih berpotensi melemah kembali mendekati area USD1.310 per troy ons. Penembusan ke bawah area USD1. 10 per troy ons baru akan membuka peluang pelemahan ke area USD1.295 per troy ons.

Sementara pergerakan ke atas USD1.322 per troy ons, baru membuka peluang penguatan ke area USD1333 per troy ons. Pengutanan yang terjadi pada dolar AS kemarin, tertahan akibat bagusnya data-data ekonomi negara partner seperti Australia, zona euro dan Inggris sehingga berimbas kepada tertahannya penurunan harga
emas.

Data indeks manufaktur zona euro yang disurvei oleh Market menunjukkan aktivitas manufaktur di zona euro masih berekspansi dan sesuai prediksi pasar, 51,3. Data indeks konstruksi Inggris menunjukkan peningkatan 59,4 vs data bulan sebelumnya 58,9. Dana data penjualan ritel Australia naik 0,8 persen lebih tinggi dari kenaikan bulan sebelumnya 0,5 persen.

Hari ini data yang bisa menjadi market mover adalah data ISM sector jasa Amerika Serikat. Bila data yang dirilis lebih bagus dari prediksi, harga emas bisa tertekan lagi.

Kemarin pula harga emas global turun untuk sesi keenam dan diperdagangkan mendekati posisi terendah dua mingguan. Ketidakpastian atas stimulus the Federal Reserve AS masih menjadi sentimen tersendiri pada emas.

Laporan kantor berita “ Reuters” menyebut emas jenis Spot turun USD1,20 poin atau 0,1 persen menjadi USD1.313,54 per troy ons, sementara emas berjangka Amerika Serikat (AS) untuk pengiriman Desember turun 57 sen dolar AS menjadi USD1.313,70 per USD.

Sentimen negatif datang, lantaran seorang pejabat Federal Reserve mengatakan pasar tenaga kerja telah cukup pulih dalam 14 bulan terakhir, dan memungkinkan bank sentral untuk mengurangi stimulus pembelian obligasi. Pejabat lainnya mengatakan, inflasi harus lebih tinggi sebelum The Fed memutuskan untuk memangkas stimulus.

Pembelian obligasi bulanan The Fed sebesar USD85 miliar telah menjadi daya tarik emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi, dan meningkatkan harga. Tapi kekhawatiran akan pemangkasan stimulus tersebut, telah membuat harga emas tertekan.

Hedge fund dan manajer keuangan, memperkirakan akan adanya bullish di futures dan options emas AS, perak dan tembaga untuk pekan yang berakhir 22 Oktober.

Komentar