close
Nuganomics

Emas Berada pada Posisi Harga Tertinggi

Setelah sempat melemah selama dua hari di awal pekan ini, hari ini, Jumat, 28 Juli, harga emas berakhir menguat pada penutupan perdagangan  di Mercantil Exchange Comex, New York.

Pembaruan kebijakan dari The Federal Reserve yang dianggap dovish untuk kebanyakan investor membantu kenaikan harga emas.

Seperti ditulis laman ekosnomi bisnis “mrketwatch,” Jumat, 28 Juli, harga emas pada penutupan perdagangan kemarin berada di level tertinggi sejak pertengahan Juni.

Emas untuk pengiriman Agustus naik hampir satu persen untuk menetap di level US$ 1.260 per ounce, tertinggi sejak 14 Juni lalu, menurut data yang dikeluarkan oleh FactSet.

Kenaikan harga emas ini kunci utamanya karena dolar menyentuh level terendah selama lebih dari setahun.

Pelemahan dolar sendiri disebabkan oleh pernyataan kebijakan dari Bank Sentral The Fed.

Meski begitu, indeks dolar menguat tipis setelah sebelumnya menyentuh men yentuh titi terendah.

“Mata uang adalah titik belok yang penting dan harus diperhatikan jika Anda berdagang emas,” ujar Bill Baruch, Kepala Strategis Pasar di iiTRADER.

Pasalnya, komoditas tersebut banyak dijual dengan mata uang dolar, hubungan antara komoditas dengan mata uang tersebut biasanya terbalik, karena pergerakan di unit A.S. dapat mempengaruhi minat konsumen tersebut dari pembeli yang menggunakan mata uang yang lebih lemah.

Sebelumnya, harga emas sempat  melemah untuk sesi ketiga berturut-turut ke level terendah dalam sepekan.

Akan tetapi, harga emas menguat di perdagangan elektronik seiring dolar AS setelah pernyataan kebijakan the Federal Reserve atau bank sentral Amerika Serikat

The Federal Reserve tetap mempertahankan suku bunga. Ini seperti yang diharapkan pelaku pasar.

Selain itu, the Federal Reserve juga akan mulai mengurangi neraca  secepatnya.

Pejabat bank sentral AS tampaknya kompak untuk menjual sebagian portofolio di surat berharga AS dan hipotek.

“Emas berusaha menguat usai keputusan the Federal Reserve tidak menaikkan suku bunga. Keputusan the Fed yang akan berlanjut itu berdampak untuk harga emas.”

“ Kini investor pun bertanya-tanya kapan the Federal Reserve akan kembali naikkan suku bunga,” ujar Adam Koos, Presiden Direktur Libertas Wealth Management.

Adapun tingkat suku bunga lebih tinggi membuat dolar AS menguat Sentimen itu dapat menekan harga emas.

“Sementara the Fed tampaknya akan menaikkan suku bunga “relatif segera” yang bisa jauh lebih lama dari perkiraan. Mengingat tingkat suku bunga rendah sejak delapan tahun silam,” ujar Koos.

Indeks dolar AS naik tipis membuat harga emas tertekan.

“Berdasarkan reaksi pasar di awal, pelaku pasar melihat pernyataan the Federal Reserve dovish sehingga mendukung logam mulia. Namun kepercayaan pada dolar AS membuat ada aksi jual dalam jangka pendek,” ujar Peter Spina, CEO GoldSeek.com.

Ia menuturkan, harga emas memiliki tantangan bergerak menuju US$ 1.300 dalam jangka pendek.

Sentimen the Federal Reserve yang akan melambat menaikkan suku bunga berdampak ke harga emas. “Pelaku pasar juga ingin melihat seberapa banyak mengurangi aset neraca bank sentral AS,” ujar dia.