Emas Antam Terus Meliuk ke Bawah

Penulis: Darmansyah

Kamis, 23 Juli 2015 | 11:36 WIB

Dibaca: 0 kali

Dalam dua hari terakhir, setelah pembukaan perdagangan usai lebaran, Rabu, 22 Juli 2015, harga emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam terus meliuk turun mendekati harga termurah.

Hari ini, Kamis, 23 Juli 2015, setelah kemarin “drop” sebesar Rp 3.000 per gram untuk harga jual, emas Antam mengalami stagnan di level Rp 547.000 per

Sementara harga pembelian kembali logam mulia Antam justru kembali melemah Rp 1.000 per gram dan berada dikisaran Rp 468.000 per gram. Artinya, jika Anda menjual emas yang Anda miliki maka Antam akan membelinya di harga Rp 468.000 per gram.

Hari Rabu kemarin harga pembelian kembali emas milik Antam meluncur ke bawah hingga Rp 22.000 per gram. Dan ini adalah catatan terburuk untuk harga pembelian kembali yang pernah di alami Antam.

Antam menjual ukuram emas dari satu gram hingga 500 gram. Hingga menjelang siang seluruh ukuran emas Antam masih tersedia.

Mengingat tingginya animo masyarakat, transaksi pembelian emas batangan yang datang langsung ke Antam dibatasi hingga maksimal seratus lima puluh nomor antrean per hari.

Berikut daftar harga emas Antam berdasarkan pecahan terkecil hingga terbesar. Pecahan satu gram Rp547 ribu, lima gram Rp2.590.000, 10 gram Rp5.130.000, 25 gram Rp12.750.000, 50 gram Rp25.450.0000, 100 gram Rp50.850.000, 250 gram Rp127.000.000, dan 500 gram Rp253.800.000.

Di pasar global, naiknya nilai tukar dolar AS menjadi pemicu turunnya harga emas dunia lebih dari satu persen ke level terendah dalam lima tahun terakhir.

Dikutip dari Reuters, Kamis, 23 Juli 2015, penurunan harga emas dunia telah mengurangi daya tarik emas bagi investor. Akibatnya, penjualan lebih banyak di pasar setelah ada penurunan tiga persen pada Senin 20 Juli.

Ini merupakan penurunan terbesar sejak September 2013.

Harga emas spot XAU turun ke level US$1.092,40 per ons setelah menyentuh level terendah lima tahun di US$1.086,90. Sementara, harga emas berjangka AS GCv1 untuk pengiriman Agustus turun US$12 per ons ke level US$1.091,50.

Aksi jual secara besar-besaran terjadi pada Senin lalu yang diperdagangkan di Bursa Shanghai Emas setelah investor melepas lebih dari US$500 juta emas di New York dalam empat detik pada awal pertama perdagangan di Asia.

Hari ini harga emas kembali tertekan . Emas bergerak turun sebanyak enam persen selama pekan lalu ketika spekulasi yang terus berkembang bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada bulan September.

Dilaporkan Rusia telah menambah cadangan emas sebanyak dua p[uluh lima ton pada bulan Juni sehingga membuat Rusia menjadi pemilik cadangan emas terbesar keenam di dunia yang mengalokasikan tiga belas persen dari cadangan devisa emas dimana Bank Sentral membeli semua produksi emas Rusia.

Perhatikan jika para investor kembali mendiversifikasi investasi ke dalam bentuk emas maka harga emas akan kembali naik tajam. Para analis percaya Rusia akan terus membeli emas secara berlanjut dalam beberapa bulan mendatang.

Secara global, peringkat kepemilikan emas Rusia berada di tempat keenam dalam hal cadangan emas, di belakang Amerika Serikat, Jerman, Italia, Perancis dan China setelah pengumuman PBOC pada hari Jumat lalu.

Data menunjukkan bahwa ketika krisis keuangan tahun lalu terjadi, Rusia dilaporkan terus menambah cadangan emasnya.

Dengan melihat kacamata krisis utang global yang terbaru dan krisis moneter internasional, biar bagaimanapun Rusia masih mempunyai daya juang dibandingkan banyak negara Barat yang sarat dengan utang.

Investor yang bijaksana pasti akan mengikuti contoh Rusia yang mengurangi eksposur terhadap utang dan memilih untuk memiliki alokasi untuk emas fisik.

Komentar