Emas Antam Terjun Rp 2.000 Per Gram

Penulis: Darmansyah

Senin, 3 Juli 2017 | 09:13 WIB

Dibaca: 0 kali

Usai melewati libur panjang, hari ini, Senin, 03 Juli,  PT Aneka Tambang Tbk atau Antam kembali beraktifitas dengan  sebuah berita tentang turunnya harga emas sebesar  Rp 2.000 menjadi Rp 585 ribu per gram

Pada Jumat sebelum libur Lebaran, Antam menjual emasnya seharga Rp 587 ribu per gram.

Demikian pula harga buyback atau pembelian kembali emas Antam turun Rp 2.000 menjadi Rp 529 ribu per gram dari sebelumnya Rp 531 ribu per gram.

Harga jual ini artinya jika Anda menjual emas yang dimiliki, maka Antam akan membelinya di harga Rp 529 ribu per gram.

Harga jual dan pembelian ini merupakan harga patokan di butik emas Logam Mulia Antam Pulogadung, Jakarta. Sedangkan harga di butik emas logam Mulia lainnya bisa berbeda.

Pembayaran buyback dengan volume di atas satu kilogram  akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu pada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai satu gram hingga 500 gram.

Menjelang siang WIB, sebagian besar ukuran emas Antam sudah tak tersedia.

Sementara itu, harga emas global juga turun sebagai pertanda kemungkinan bank sentral mengkaji ulang kebijakan moneternya yang mendorong imbal hasil obligasi menguat meskipun penurunan dolar ke posisi terendahnya pada tahun ini memberikan dukungan terhadap emas.

Seperti ditulis Reuters,  harga emas di pasar spot turun nol koma tiga persen menjadi per ounce.

Sementara emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus juga turun dengan prosentase yang sama .

“Ini adalah pertarungan antara kelemahan dolar AS dan harapan bank sentral menghapus stimulus moneter. Pelemahan dolar memang mendukung tapi yang terakhir tidak,” ujar Analis ABN Amro, Georgette Boele.

Harga emas memang sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga, yang meningkatkan peluang bagi investasi pemberi imbal hasil.

Namun, melemahnya dolar mengimbangi dampak imbal hasil yang lebih tinggi untuk menjaga emas tetap stabil.

Sebuah komentar hawkish dari bank sentral minggu ini mengisyaratkan tentang kebijakan moneternya, yang membantu emas mencetak rekor tertinggi  mungkin akan segera berakhir.

Adapun imbal hasil obligasi AS dan obligasi Pemerintah Jerman mencapai lima minggu tertinggi dan euro menyentuh posisi puncak dalam empat belas bulan karena investor bersiap untuk menghadapi kebijakan Bank sentral Eropa untuk mengurangi stimulus moneter.

Pedagang juga mengevaluasi kembali prospek  agenda kebijakan Presiden Donald Trump.

“Dengan sebagian larangan perjalanan Trump kembali berlaku, mungkin ada sebagian berdampak terhadap harga emas dari sisa agenda Trump di pasaran, kali ini untuk emas merugikan,” kata RBC Capital Markets dalam sebuah catatannya.

Sebelumnya di awal pekan lalu, harga emas mendaki untuk tiga sesi berturut-turut pada perdagangan akhir pekan

Namun demikian kenaikan harga emas tak mampu mendorong harga logam ini di level tinggi secara mingguan.

“Harga emas konsolidasi dari penurunan sebelumnya, tapi tetap koreksi,” kata Nico Pantelis, Kepala Riset Secular Investor seperti dilansir dari Marketwatch.

“Kita harus mendekati dasar koreksi pada pekan depan atau dua  pekan lagi, di mana kenaikan yang lebih tinggi akan terjadi. Kita rasa Agustus akan menjadi bulan yang ideal untuk memulai tren kenaikan emas yang akan berlangsung hingga akhir musim gugur,” tuturnya.

Pelemahan dolar membantu harga emas naik  Indeks dolar menyebut mata uang As tersebut melemah  terhadap enam mata uang dunia lain.

Komentar