Emas Antam Terhenyak Rp 2.000 Per Gram

Penulis: Darmansyah

Selasa, 13 Januari 2015 | 11:31 WIB

Dibaca: 0 kali

Hari ini, Selasa, 13 Januari 2015, sehari setelah harga batangan emas PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mengikuti tren harga emas dunia dengan kenaikan sebesar Rp 6.000 per gram, kembali terhenyak sebesar Rp 2.000 per gram untuk bertengger pada angka Rp 541.000 per gram.

Sehari sebelumnya, dipembukaan perdagangan pekan kedua Januari 2015, harga emas Antam berkibar dengan lonjakan paling spektakuler, Rp 6.000 per gram untuk bertengger di angka Rp 543.000 per gram. Harga Senin kemarin adalah paling tinggi sejak empat bulan terakhir harga emas di Jakarta.

Penurunan harga emas di tingkat domestik ini, pasar Jakarta, bertolak belakang dengan harga emas di pasar global yang melonjak tajam

Akan halnya dengan harga jual, harga beli kembali atau dikenal dengan istilah “buyback” emas Antam juga turun Rp2.000 dibanding kemarin.

Hari ini, buyback dipatok pada level Rp 491.000 per gram.

Harga emas batangan Antam ukuran satu gram dijual Rp541.000, setelah kemarin dipatok Rp543.000. Emas ukuran 5 gram turun menjadi Rp2.560.000.

Untuk ukuran 10 gram, per batang emas dihargai Rp5.070.000. Sedangkan ukuran 25 gram Rp12.600.000, ukuran 50 gram Rp25.150.000, dan ukuran 100 gram dijual Rp50.250.000

Harga emas ukuran 250 gram dipatok pada level Rp125.500.000 dan ukuran 500 gram Rp250.800.000.

Pada perdagangan Senin 12 Januari 2015 kemarin, emas Antam ukuran 5, 10, 25, dan 50 gram masing-masing dipatok dengan harga Rp2.570.000, Rp5.090.000, Rp12.650.000, dan Rp25.250.000. Sedangkan ukuran 100 gram dijual Rp50.450.000, dan ukuran 500 gram mencapai Rp251.800.000.

Sementara, Reuters menulis emas di pasar spot naik ke level tertinggi sejak 11 Desember menjadi US$1.235 per ounce. Emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman Februari menetap di level US$1.232,80 per ounce, tertinggi sejak 22 Oktober.

Mengutip Reuters, harga emas saat ini merupakan yang tertinggi selama Januari 2015.
Ini tidak lepas dari dolar Amerika Serikat yang ‘terpeleset’ karena data ekonomi Negeri Paman Sam yang kurang menggembirakan.

Akhir pekan lalu, disebutkan bahwa di AS terdapat tambahan lapangan kerja pada Desember 2014. Turun dibandingkan bulan sebelumnya.

Di pasar fisik, permintaan emas juga sedang naik terutama dari Tiongkok. Konsumen di Negeri Tirai Bambu tengah ‘berburu’ emas karena menjelang tahun baru Imlek.

Harga emas global untuk pengiriman Februari kembali menunjukkan penguatan. Hal ini melanjutkan tren kemenangan pada akhir pekan lalu.

Harga emas di papan elektronik Comex New York Mercantile Exchange, Senin, 12 Januari 2015 pukul 08.35 waktu Indonesia terus menguat. Emas untuk pengiriman Februari dipatok US$1.226,10 per ounce.

Komentar